SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum Pegawai Non-ASN atau honorer Provinsi Banten memberikan penghargaan atau award kepada Ketua Komisi I DPRD Banten Ahmad Jazuli Abdilah.
Penghargaan itu diberikan pada acara Silaturrahmi Akbar Forum Tenaga Non-ASN atau honorer di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Selasa 2 Juli 2024.
Ketua Forum Pegawai Non-ASN Provinsi Banten, Taufik Hidayat mengatakan, penghargaan diberikan kepada Jazuli karena politikus Demokrat itu telah berkontribusi dalam mengawal dan memperjuangkan status tenaga honorer di Banten.
“Dalam kesempatan ini kami apresiasi kepada Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten Jazuli Abdillah yang selalu konsen dan terus memperjuangkan pegawai non ASN Pemprov Banten baik yang terdata maupun yang belum terdata untuk terus diselesaikan di tahun ini, karena secara fakta bahwa mereka semua telah mengabdikan diri mereka di Pemprov Banten,” kata Taufik kepada Radar Banten, Kamis 4 Juli 2024.
Selain Jazuli, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada Pj. Gubernur Banten Al Muktabar. Katanya, baik Jazuli maupun Al Muktabar, telah dengan terbuka menerima berbagai aspirasi dari ribuan tenaga honorer di Banten. Bahkan hingga tingkat pusat.
“Ini adalah bentuk apresiasi dan terima kasih atas kinerjanya selama ini dalam mengawal, mendampingi dan memperjuangkan status serta penyelesaian masalah honorer,” ucapnya.
Taufik menjelaskan, Pemprov Banten telah mengusulkan formasi berjumlah 11.737 dari total jumlah Honorer sebanyak 16.786 orang. Dan yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat ialah 90 persen diantaranya.
“Untuk itu kami para honorer akan terus mengawal proses ini agar semua di nyatakan aman dan terhindar dari penghapusan pertanggal 24 Desember 2024. Sesuai isi amanat UU no 20 tahun 2023,” jelasnya.
Menanggapi penghargaan itu, Jazuli Abdillah mengatakan, perjuangan dari para tenaga non ASN selama ini telah membuahkan hasil, hal ini tentunya tidak terlepas dari kesabaran dan kegigihan sahabat-sahabat tenaga honorer yang selama ini mengabdi di Pemprov Banten.
“Bila tahun ini diangkat statusnya jadi ASN PPPK, itu adalah ikhtiar bersama, seperti political will dari Pemprov Banten juga yang mengusulkan formasinya. Sebagai anak ASN guru, saya juga gelisah ikut merasakan realitas kehidupan di tengah ekonomi yang sulit ini, makanya sampai kapanpun saya kawal dan dampingi perjuangan kawan-kawan agar dinaikkan statusnya dan ditingkatkan kesejahteraannya,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











