LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Banjir di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada 3-4 Juli 2024 lalu, berdampak pada akses di pusat Pemerintahan Kabupaten Lebak yang lumpuh. Terkait dampak banjir tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Lebak, Yayan Ridwan menyoroti permasalahan sampah di perkotaan.
Diungkapkannya, permasalahan banjir dan sampah ini menjadi hal yang harus diperhatikan secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Lebak.
“Kami menyoroti ada dua hal yang perlu dibenahi ke depan, pertama adalah sampah yang kedua banjir ini,” katanya kepada wartawan, Senin 8 Juni 2024.
Ia menjelaskan, Pemkab Lebak perlu melakukam pengelolaan sampah dan pemeliharaan drainase sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi.
“Perlu pengkajian yang mendalam dan serius agar tidak mengganggu kenyamanan, keindahan dan keamanan masyarakat,” ujar Yayan.
Terkait dengan penanganan banjir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran dan penanganan sehari setelah terjadinya genangan di Rangkasbitung.
“Pada Sabtu (6/7) saya langsung memimpin untuk melakukan pengecekan dan penanganan yang bisa ditangani saat itu terkait dengan drainase perkotaan. Masalahnya ada dua, satu selama dua jam curah hujan besar dan disertai angin kencang. Kemudian yang kedua masalahnya adalah sampah yang ada di drainase,” terang Budi.
Ia menjelaskan, Pemerintah telah melakukan penanganan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Nanti jika hujan lagi kita cek lokasi yang kemarin ditangani apakah muncul genangan yang sama atau tidak,” tandasnya.
Sementara itu, Nanda warga Rangkasbitung, berharap Pemkab Lebak melalui Dinas PUPR bisa melakukan penanganan gorong-gorong di sekitar Kantor Pemkab Lebak yang tersumbat dan menjadi penyebab banjir.
“Kalau bisa segera ditangani karena sudah sering kaya gini, kami juga sebagai masyarakat sangat terganggu dan ini merupakan kejadian paling parah dalam dua tahun terakhir,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda











