SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten mengumpulkan pimpinan leasing dan dealer yang ada di Banten. Mereka dikumpulkan di Hotel Aston Serang, Kota Serang, Selasa, 16 Juli 2024.
Usut punya usut, pimpinan leasing dan dealer dikumpulkan oleh Bapenda dalam rangka optimalisasi pendapatan pajak daerah. Hadir dalam acara itu Plt Kepala Bapenda Banten, Deni Hermawan.
Deni Hermawan mengatakan, pihaknya terus melakukan optimalisasi dengan menyasar semua elemen termasuk lembaga pembiayaan dan biro jasa seperti leasing dan dealer kendaraan ini.
“Kita ingin memastikan setiap potensi untuk peningkatan pendapatan daerah dapat kita jangkau. Makanya pada hari ini kita undang dari teman-teman leasing dan dealer untuk berdiskusi bersama mengenai pendapatan daerah,” kata Deni.
Ia menuturkan, berdasarkan hasil diskusi, para pengusaha leasing dan dealer mengungkapkan jika saat ini terdapat tren penurunan penjualan kendaraan 15 sampai 20 persen.
Namun, meski demikian realisasi pajak asli daerah (PAD) pada semester I ini mencapai Rp4.393.453.358.665 atau 50,69 persen dari target Rp 8.668.052.033.549. PAD sendiri terbagi dari empat sumber pendapatan, meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain-lain PAD yang sah.
“Mudah-mudahan dalam satu semester kedepan juga angkanya bisa kita perjuangkan dengan catatan daya beli masyarakat juga semakin meningkat. Selain itu kita juga terus melakukan optimalisasi dari potensi pajak lain seperti pajak alat berat dan pajak lainnya,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah pada Bapenda Banten Iswandi Saptadji menambahkan, realisasi mata pajak daerah Banten kini rata-rata realisasinya sudah di atas 50 persen. Seperti PKB Rp1.721.418.745.000 atau 50,69 persen dari target Rp3.395.800.842.200, BBNKB Rp1.401.332.566.800 atau 52,91 persen dari target Rp2.648.645.643.800.
PAP Rp21.530.298.500 atau 51,23 persen dari target Rp42.029.446.000, PBBKB Rp639.451.485.444 atau 53,60 persen dari target Rp1.193.043.068.000 dan Pajak Rokok Rp368.162.914.978 atau 36,62 persen dari target Rp1.005.330.81 1.619. Iswandi optimis, target pendapatan daerah itu dapat tercapai pada semester depan.
“Kini kita lagi lakukan optimalisasi dan identifikasi terhadap potensi pendapatan daerah, setelah dilakukan identifikasi maka akan kita tentukan skala prioritas, kira potensi mana yang akan kita gali. Tapi tetap kita juga harus realistis,” tuturnya.
Sementara, Ketua Asosiasi Otomatif Banren TB Iip Maarif mengakui jika saat ini market penjualan kendaraan tengah mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh gejolak tingkat perekonomian masyarakat yang juga tengah menurun.
Menurut Iip, acara optimalisasi yang digelar oleh Bapenda Banten ini sangatlah optimis karena menjadi wadah bagi para pelaku leasing dan dealer untuk saling berkolaborasi menghadapi gejolak ekonomi itu.
“Jadi sebenarnya acara ini juga sangat positif juga buat kami ya, seakan-akan kami juga bersama teman-teman untuk bersama-sama berkolaborasi,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











