LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak Sanuji Pentamarta – Dita Fajar Bayhaqi berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari semua elemen masyarakat, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut optimistis dapat mewujudkan cita-cita tersebut.
Menurut Sanuji, pendidikan merupakan investasi bagi Lebak ke depan. Bersama pasangannya, Sanuji akan menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun.
“Saat ini, Lebak sudah memiliki Perda Penyelenggaraan Pendidikan Pondok Pesantren. Jadi, kami tidak sekedar meningkatkan kualitas pendidikan umum, tapi juga pendidikan pesantren,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 19 Juli 2024.
Politisi PKS ini menjelaskan, jika mendapat amanah menjadi Bupati Lebak, dirinya akan memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa tidak mampu. Upaya tersebut diharapkan dapat mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) masyarakat Lebak.
“Jargon Lebak Emas yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi maju, berkeadilan semakin dikuatkan sesuai dengan potensi Lebak yang masyarakatnya dikenal relijius,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Sanuji-Fajar juga berkomitmen menghadirkan layanan birokasi yang bersih, masyarakat yang guyub, rukun dan saling bersinergi, dan adil dalam pemerataan pembangunan.
“Tidak hanya itu, kami juga akan mengaktivasi RT RW untuk mendorong warganya menuntaskan wajib belajar 9 tahun, insentif RT dan RW juga akan diberlakukan secara efektif,” paparnya.
Terkait dengan pembangunan infrastruktur, khususnya di desa-desa dan wilayah yang aksesnya sulit harus diprioritaskan. “Agar akses ekonomi terbuka, pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya harus berjalan bersama. Kami butuh dukungan untuk berjalan bersama mewujudkan pembangunan Lebak lebih dinamis, agresif dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain infrastruktur, pasangan Sanuji-Fajar juga akan membuka peluang usaha, memudahkan pengurusan legalitas usaha, untuk UKM, IKM, dan usaha mikro kecil. Selanjutnya, menumbuhkan lapangan kerja untuk masyarakat agar angka kemiskinan dapat turun secara perlahan.
“Jangan seperti yang ada saat ini, sudah memimpin cukup lama namun hanya bisa mengurangi kemiskinan dari 9,17 % menjadi 8,68%. Harus ada gebrakan yang riil dan langsung dirasakan rakyat,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











