PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Pandeglang, Fitron Nur Ikhsan, berkesempatan berziarah ke makam KH Sanja, yang biasa disebut Mama Sanja Kadukaweng, salah satu ulama sesepuh di Pandeglang, Banten.
Selain berziarah, Fitron Nur Ikhsan juga bersilaturahmi dengan para tokoh ulama, termasuk yang berada di Cadasari. Yang dimana Pandeglang sendiri dikenal dengan julukan “sejuta santri seribu ulama” karena banyaknya ulama dan santri di daerah tersebut.
Dalam kunjungannya, Fitron Nur Ikhsan mengatakan bahwa dirinya dan pasangannya, Diana Jayabaya meminta doa dan restu dari para tokoh ulama sebagai bagian dari persiapan pendaftaran dalam Pilbup Pandeglang 2024.
“Dalam roadshow tersebut, kami pasangan Fitron-Diana tidak hanya meminta doa, tetapi juga nasihat dan arahan terkait dengan kontestasi yang sebentar lagi akan dihelat,” ungkapnya pada Jumat, 19 Juli 2024.
Selain dari pada itu juga meminta nasihat dengan para alimil ulama agar dapat menjalankan kampanye yang adil, fair, dan berakhlakul karimah.
“Ditemani Kang KH Ocep Sonhaji dan diiringi para santri, kami bersilaturahmi ke kediaman Mama Haji Neni, untuk sowan (bersilaturahmi) sekaligus berziarah ke makam KH Mama Sanja,” katanya.
Usai bersilaturahmi, Fitron Nur Ikhsan dan para kiai melanjutkan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke makam KH Sanja di Pesantren Riyadul Alfiah Kadukaweng. Ratusan massa menghadiri acara ini, yang dimulai dengan doa bersama dari kediaman KH Ocep Sonhaji.
Fitron menyampaikan visi misinya untuk mengembalikan Kabupaten Pandeglang sebagai cerminan kota santri.
“Kami akan melanjutkan roadshow ini sebagai langkah untuk menimba kearifan ulama dan menempatkan ulama menjadi pengawal moral dan penjaga persatuan,” ucapnya.
Sementara itu, Salah satu tokoh ulama di Cadasari Pandeglang, To’at Hidayat mengungkapkan bahwa para alim ulama dan masyarakat sangat antusias dengan kehadiran Fitron Nur Ikhsan. Kehadiran Fitron diharapkan dapat mendatangkan dan membawa perubahan positif di Kabupaten Pandeglang.
“Ustad, tokoh ulama, serta masyarakat sangatlah antusias mengharapkan perubahan. Karena selama ini banyak jalan yang rusak, kami ingin Pandeglang berubah. Pak Fitron sangat dekat dengan para alim ulama. Mudah-mudahan ke depannya, beliau bisa membawa Pandeglang menjadi daerah dengan seribu ulama dan sejuta santri,” kata To’at Hidayat.
To’at Hidayat melanjutkan bahwa acara ziarah ke Makam Mama Sanja di Kadukaweng merupakan tradisi yang menghormati tokoh ulama lama di Pandeglang. Menurutnya, banyak ulama di Pandeglang yang berguru kepada Mama Sanja.
“Alhamdulillah, kedatangan Pak Fitron disambut baik oleh sesepuh setempat dan ulama lainnya. Kami mengharapkan perubahan dari Pak Fitron Nur Ikhsan. Harapan kami adalah adanya perbaikan, terutama soal infrastruktur jalan dan peningkatan aspek keagamaan,” tutupnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana










