SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatasi meningkatnya gas rumah kaca akibat aktifitas manusia dengan program Forest and Other Land Use atau disingkat menjadi FOLU Net Sink. Program itu merupakan upaya pemerintah Indonesia dari sektor kehutanan untuk ikut serta berkontribusi terhadap dunia guna mengendalikan perubahan iklim yang disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca akibat aktifitas manusia.
Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi pada KLHK Ahmad Munawir mengatakan, target utama program itu adalah pengurangan gas emisi sebesar -140 ton karbondioksida ekuivalen. “Program itu pun diturunkan ke sub nasional, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, termasuk Pulau Jawa. Di Pulau Jawa di antaranya adalah Banten,” ujar Ahmad saat Workshop II FOLU Net Sink Provinsi Banten di Ballroom Hotel Aston, Selasa, 10 September 2024.
Dalam workshop ini, Ahmad menjelaskan, Banten akan menyusun rencana kerja tentang FOLU Net Sink. Setelah berdiskusi dengan seluruh stakeholder yang ada di Banten, targetnya ada 374 ribu hektare yang akan digarap untuk program FOLU Net Sink dengan berbagai macam kegiatan, seperti pengurangan laju transportasi dan peningkatan cadangan karbo. “Target kita, rencana kerja FOLU Net Sink Banten ini bisa difinalkan September nanti,” tuturnya.
Kata dia, apabila rencana kerja sudah final dan ditandatangani oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar, maka akan diajukan ke KLHK. Pendanaan untuk program itu akan berbeda dengan anggaran yang selama ini rutin dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan, saat ini terjadi perubahan iklim. Untuk itu perlu dilakukan FOLU Net Sink yakni pengurangan atau penyerapan karbon. Target di Banten 374 ribu hektare, yang kemenangannya ada di beberapa pihak. “DLHK Banten sendiri targetnya sekitar 224 ribu hektare,” ujarnya.
Kata dia, kegiatan FOLU Net Sink yang dilakukan misalnya penanaman pohon. Sebelum pelaksanaan, pihaknya melaksanakan workshop terlebih dahulu selama tiga kali. Dengan luas 224 ribu hektare, maka nanti akan terlihat kebutuhan anggaran.
Editor : Merwanda











