SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Saat ini marak lembaga keuangan mikro yang datang ke masyarakat dan akhirnya justru menjerat dengan bunga pinjaman yang besar. Hal itu menjadi tantangan bagi koperasi saat ini.
Tokoh Penggerak Koperasi Provinsi Banten yang juga Presiden Direktur Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia Kamaruddin Batubara mengaku saat ini tantangan yang paling besar bagi koperasi adalah banyaknya lembaga keuangan yang sekarang terjun ke desa-desa. “Lebih dari 38 LKM (lembaga keuangan mikro-red) oleh lembaga pinjaman online (pinjol-red). Jadi sebaiknya memang pemerintah harus berpikir ulang untuk segera menutup pinjol karena itu sudah berimbas kepada perubahan budaya di pedesaan dan di perkotaan,” tandas Kamaruddin usai peringatan HUT ke 77 Hari Koperasi Nasional tingkat Provinsi Banten di Gedung PLUT KUMKM, Kota Serang, Jumat, 13 September 2024.
Kata dia, dengan maraknya pinjol, maka masyarakat kini melakukan judi online. “Ini sesuatu tantangan yang menarik, yang kalau tidak segera diatasi atau ditutup sangat mungkin generasi kita akan rusak. Karena itu mayoritas dimainkan anak-anak,” tuturnya.
Kamaruddin mengaku LKM yang mengaku sebagai koperasi itu tentu meresahkan dan merusak sistem koperasi itu sendiri. “Koperasi pasti dirugikan. Kalau mereka memang mau membuat koperasi juga, maka ikuti saja regulasinya tidak ada yang sulit gitu,” tegasnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Aditya











