SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten terus mengawasi pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2024 yang kini sudah masuk dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Bawaslu mewanti-wanti Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berhati-hati dalam menyusun DPT. Sebab, DPT merupakan salah satu unsur dalam pelaksanaan pesta demokrasi rakyat Banten ini.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat pada Bawaslu Banten, Ajat Munajat menyatakan, terdapat dua kerawanan yang perlu diperhatikan oleh KPU dalam menyusun DPT. Yakni data pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) dalam DPT. Maupun sebaliknya.
Yang mana, pada Pilkada Banten 2024 ini, pihaknya masih menemukan data pemilih TMS yang masuk Data Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan KPU sebanyak 2.527 pemilih, dan pemilih MS yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 736 pemilih.
“Kita masih temukan adanya TMS yang masuk DPS kemarin, juga pemilih yang sudah memenuhi syarat (MS) tapi tidak terdaftar pada data pemilih. Nah kita sudah sampaikan hal itu kepada KPU secara berjenjang di kabupaten dan kota,” ujar Ajat, Rabu, 18 September 2024.
Katanya, KPU harus menindaklanjuti temuan Bawaslu itu sesuai PKPU Nomor 7 Tahun 2024 tentang Penyusunan Daftar Pemilih. Selain itu, pihaknya juga mewarning kepada KPU untuk berhati-hati dalam menindaklanjuti data ganda.
Ajat mengatakan, penindaklanjutan data ganda ini harus dilakukan secara faktual, tidak hanya mengandalkan aplikasi dalam hal ini sistem informasi data pemilih alias Sidalih maupun aplikasi milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ganda di sini ialah ganda lintas daerah, lintas wilayah. Ini kita minta pastikan untuk hati-hati meng TMS atau MS kan data pemilih yang ganda. KPU harus lakukan verifikasi faktual, jangan sampai misalnya hanya mengacu pada Sidalih atau Kemendagri, karena itu justru terkesan asal-asalan,” ungkapnya.
“Jadi harus dicek betul orangnya, ada tidak orangnya dan dokumen kependudukannya,” sambungnya.
Bawaslu meminta KPU untuk menindaklanjuti temuan-temuan Bawaslu perihal adanya data TMS yang masuk DPS kemarin, maupun soal data ganda.
Editor : Merwanda











