SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Calon Bupati Serang Andika Hazrumy bertekad akan menambah kuota beasiswa untuk tenaga pendidik di Kabupaten Serang apabila terpilih jadi Bupati Serang. Pasalnya, pendidikan dinilai sangat penting dan dapat menjadi kemajuan suatu daerah.
Andika menilai, kebijakan Bupati Serang saat ini yakni Ratu Tatu Chasanah, selama dua periode kepemimpinannya telah melaksanakan kebijakan atau program beasiswa untuk tenaga pendidik. Menurutnya, program tersebut bagus dan harus dilanjutkan.
“Peningkatan kualitas tenaga pendidik itu mutlak harus dilakukan, karena pendidikan adalah kunci kemajuan daerah,” katanya saat melakukan sambutan di acara workshop pembelajaran berbasis projek di PAUD yang digelar oleh himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Serang di aula kampus UIN SMH Banten, Sabtu 28 September 2024.
Andika menilai, pendidikan anak usia dini sebagai dasarnya di mana upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dimulai. “Untuk itu perhatian penuh perlu diberikan kepada PAUD, termasuk harus lebih banyak pendidik PAUD yang mendapatkan beasiswa di pendidikan tinggi,” katanya.
Dengan meningkatnya kualitas tenaga pendidik PAUD melalui program beasiswa pendidikan tinggi yang diterimanya, maka upaya pembentukan SDM yang unggul sejak dini di PAUD bisa dilakukan. “Jadi setuju ya kuota beasiswa untuk pendidik PAUD ditambah lebih banyak lagi?” jelasnya.
Selain itu Andika memiliki keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD yakni dengan menambah atau menaikkan intensif honor para tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Serang. “Jadi setelah secara kualifikasi kompeten dari beasiswa pendidikan tinggi, selanjutnya adalah meningkatkan kesejahteraannya,” jelasnya.
Andika juga mengaku akan menggagas kebijakan atau program terkait dengan bantuan pembangunan fasilitas fisik PAUD di Kabupaten Serang. “Saya keliling 29 kecamatan selama ini, salah satu temuan saya adalah banyak PAUD yang fasilitasnya belum memadai,” katanya.
Andika mengaku akan memprioritaskan pendidikan bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten pada periode 2017-2021. Pada saat itu dirinya mendapati angka partisipasi sekolah di Provinsi Banten hanya sampai pada level sekolah lanjutan tingkat pertama atau SLTP yaitu SMP atau sekolah menengah pertama.
“Jadi setelah dianalisa ternyata masyarakat terkendala masalah biaya sehingga tidak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya,” ujarnya.
Setelah dianalisa kata dia ternyata persoalan tersebut disebabkan oleh kendala biaya sekolah yang dihadapi masyarakat. Pada saat itu dirinya langsung menggagas program sekolah gratis untuk tingkat SLTA yaitu SMA atau SMK Negeri sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
“Alhamdulillah sejak saat itu sekolah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Banten gratis,” kata Andika.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Betti Nuraini mengungkapkan, penghasilan rata-rata nasional tenaga pendidik di Lembaga PAUD informal hanya Rp250 ribu per bulan.
“Kita berharap Pemerintah daerah (Pemda) memberi dukungan kesetaraan untuk Guru-guru PAUD informal karena selama ini mereka belum mendapat haknya. Rata-rata nasional penghasilan mereka hanya Rp250 ribu perbulan bahkan ada dibawah itu,” katanya.
Betti juga berharap adanya perlindungan dari pemerintah kepada para pendidik yang tergabung dalam Himpaudi, karena tugas mereka mengajar cukup sulit dengan pendapatan yang minim bahkan keluarga sendiri rela mereka tinggalkan demi mendidik anak bangsa ini.
“Mereka yang tergabung dalam Himpaudi bisa kami buktikan dengan kartu tanda anggota. Jangan sampai ketika mereka memiliki permasalahan siapa yang melindungi mereka karena itu kami ingin mengetuk hati pemerintah daerah agar memberi perlindungan untuk semua PAUD,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Bayu Mulyana











