SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang memperbaiki sebanyak 166 ruang kelas tahun ini dengan menggunakan Dana Alokasi Umu (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Eeng Kosasih mengatakan ada sebanyak 308 ruang kelas di Kabupaten Serang yang mengalami rusak berat. Jumlah tersebut terdiri dari 102 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) dan 206 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 95 sekolah.
“Kondisi rusak berat ketika mengalami kerusakan diatas 45 persen. Penanganan ruang kelas yang mengalami rusak berat dilakukan oleh Dindikbud Kabupaten Serang,” katanya, Sabtu 28 September 2024.
Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 166 ruang kelas yang diperbaiki tahun ini baik menggunakan DAK ataupun DAU. “Ada 67 ruang kelas SD dan 99 ruang kelas SMP yang dibangun. Untuk SD Rp12 miliar dari DAK dan Rp12,5 miliar dari DAU. Untuk SMP Rp27 miliar dari DAK lalu Rp7,5 miliar dari DAU,” jelasnya.
Ia mengatakan untuk bantuan yang berasal DAK, penentuan penerimanya bantuannya ditentukan oleh pemerintah pusat. Biasanya, yang mendapatkan bantuan susah mengupload data ke Dapodik Sarpras dan mengajukan melalui aplikasi Krisna.
“Akan masuk ke aplikasi Krisna, nanti setelah hasil verifikasi dan kemampuan keuangan pemerintah pusat. Misal dari 50 sekolah yang diajukan ada 8 yang di ACC, ini untuk bantuan dari DAK.
Sementara itu, untuk menerima bantuan dari program DAU, sekolah penerima bantuan ditentukan oleh Dindikbud Kabupaten Serang berdasarkan basis data yang dimiliki oleh Dindikbud Kabupaten Serang berdasarkan skala kerusakannya.
“Untuk bantuan dari DAU penentuannya di kita, berdasarkan data skala kerusakannya. Disusun berdasarkan prioritas dan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Eeng mengaku, untuk progres pembangunan ruang kelas yang mengalami kerusakan sudah dilakukan. Bahkan kontrak sudah dibuat sejak bulan Juli 2024. “Untuk DAK kontrak dimulai bulan Juli, untuk DAU dimulai di Agustus. Target waktu selama empat bulan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat,” jelasnya.
Eeng mengatakan, penanganan untuk sekolah rusak di Kabupaten Serang harus menjadi perhatian yang serius. Pasalnya, apabila ruang kelas yang mengalami rusak sedang ketika tidak tertangani bisa menjadi kerusakan berat nantinya.
“Kita juga ada target untuk penanganan sekolah rusak. Mudah-mudahan setelah mantap dan sudah selesai pembangunan infrastruktur jalan, rehab sekolah ini bisa diusulkan untuk prioritas. Mudah-mudahan ke depan penanganan bisa jadi prioritas,” jelasnya.
Ia pun berharap, pihak sekolah dapat segera melakukan penanganan ketika ruang kelas di sekolah mereka mengalami rusak ringan. Jangan sampai itu di biarkan sehingga nantinya kerusakan sekolah menjadi semakin parah dan menjadi kerusakan berat. “Kepala sekolah harus merawat ketika ada kerusakan ringan. Karena kalau dibiarkan bisa menjadi rusak berat,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Bayu Mulyana











