SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Perumahan dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Iwan Suprijanto mengapresiasi Infinity Realty yang telah menghadirkan rumah subsidi bersertifikat hijau kategori utama pertama di Indonesia.
Bahkan perumahan tersebut dikembangkan di Kabupaten Serang tepatnya di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang yakni perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Residence.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Iwan pada saat dirinya meninjau langsung rumah subsidi yang di bangun oleh Infinity Realty yakni perumahan MGK Residence.
Pantauan di lokasi, Iwan terlihat meninjau langsung rumah-rumah yang telah selesai dibangun.
Dalam kesempatan itu, hadir atlet peraih mendali emas pada Olimpiade Paris 2024 Rizki Juniansyah. Pada kesempatan itu, Rizky diberikan satu unit rumah oleh Infiniti Realty.
Dirjen Perumahan Kemen PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Infiniti Realty yang telah membangun perumahan subsidi yang menghadirkan rumah subsidi bersertifikat hijau kategori utama pertama di Indonesia.
Menurutnya ada dua aspek utama yang harus terpenuhi oleh sebuah perumahan, yakni ketahanannya terhadap gempa bumi dan penerapan prinsip green.
“Perumahan ini sudah berhasil mengimplementasikan prinsip green, kemarin berdasarkan hasil evaluasi penilaian untuk tahapan perencanaan sudah memenuhi syarat,” katanya, Sabtu 5 Oktober 2024.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi penggunaan material-material yang digunakan untuk membangun perumahan subsidi. “Seperti penggunaan kusen ini yang sudah menggunakan PVC, ini yang salah satu tahan gempa dan tahan api,” jelasnya.
Ia mengaku, mendorong seluruh pengembang di Indonesia untuk mengimplementasikan prinsip green dalam membangun perumahan. “Kita dorong seluruh pengembang untuk menerapkan itu, salah satunya dalam bentuk pasif desain dan tidak perlu menambah instalasi lainnya,” katanya.
Dengan penerapan pasif desain, tidak akan berpengaruh terhadap harga. “Misalnya, bangunnya lebih tinggi sehingga tidak perlu penambahan kos lagi,” jelasnya.
Menurutnya, bangunan hijau di Indonesia merupakan suatu keharusan, karena Indonesia memiliki potensi bencana. Untuk itu pihaknya mengajak seluruh pengembang untuk mengimplementasikan konsep hijau.
“Kita punya potensi bencana gempa, ke dua kita dihadapkan bencana hidrometeorologi, untuk itu, untuk itu kita semua harus perduli,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











