SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Belanja pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tahun 2025, sudah melebihi dari 30 persen. Berdasarkan catatan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), belanja pegawai diproyeksikan sebesar Rp660 miliar dari total APBD sementara sebesar Rp1,2 triliun.
Diketahui, belanja pegawai sebesar Rp660 miliar itu, untuk 5.300 ASN dan PPPK yang bekerja di lingkungan Pemkot Serang.
Kepala BPKAD Kota Serang, Imam Rana Hardiana mengakui, belanja pegawai di tahun 2025 sudah melebihi dari aturan Undang undang nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang mengamanatkan pembatasan proporsi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total belanja APBD.
Menurut Imam, struktur APBD 2025 belum sepenuhnya final. Soalnya, Pemkot Serang masih menunggu dana transfer dari pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga Dana Alokasi Umum (DAU)
“Di sini disebutkan alokasi tersebut masih perkiraan, dan masih menunggu rincian dari Kementerian Keuangan, serta Perpres terkait APBN tahun 2025. Jadi dana transfer dari pusat seperti DAU, dana bagi hasil, dan dana insentif daerah itu belum tercantum semuanya,” ujar Imam.
Sementara itu, Pj walikota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, APBD Kota Serang dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda.
“Kota Serang dari tahun ke tahun kisaran angkanya Rp1,5 triliun. Kontribusi pemerintah daerah terhadap fiskal APBD kita, itu kisaran diangka 20 persen,” kata Nanang.
Nanang mengaku, Kota Serang masih mengandalkan dana transfer dari pusat untuk menjalankan program pemerintahan.
“Sebenarnya, 80 persen APBD Kota Serang itu masih ditransfer dari dana pemerintah pusat,” ucap Nanang.
Untuk mengatasi beban belanja pegawai yang sudah melampaui 50 persen itu, menurut Nanang, Pemkot Serang akan memaksimalkan pendapatan objek pajak baru, yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
“Mudah-mudahan di tahun 2025 ada PKB BBNKB itu bisa diserahkan ke pemerintah daerah. Jadi semangatnya itu sektor pendapatannya, tidak hanya belanja. Kalau sudah ada uang kan belanja mudah,” ujar Nanang.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aditya











