TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Calon Walikota Tangsel, Benyamin Davnie tidak membuang waktu kampanyenya dengan terus berkampanye ke sejumlah wilayah di Tangsel.
Sejak ditetapkan sebagai calon Walikota Tangsel dan dimulainya masa kampanye pada 25 September 2024, Benyamin langsung tancap gas menyusuri gang demi gang, kampung demi kampung menemui warga Tangsel.
Menurut Rosyadi, tim media Benyamin, sejak dimulainya masa kampanye hingga Minggu pekan lalu, Benyamin sudah kampanye lebih dari 50 titik se-Kota Tangsel.
“Bapak sudah kampanye di 50 titik. Seluruh Kecamatan sudah disusuri. Jadi agendanya setiap hati itu bapak kampanye di 7 lokasi,” ungkap Bolong, panggilan akrab Rosyadi Senin 7 Oktober 2024.
Menurut Bolong, kampanye yang dilakukan Benyamin adalah dengan cara door to door menemui langsung warga yang berkumpul yang berjumlah puluhan hingga ratusan orang di satu lokasi.
Ia juga mengungkap, selain menemui warga, Benyamin juga menerima undangan keagamaan dari warga. “Acara kegamaan kalau diundang warga jika ada jadwal kosong, bapak Insya Allah datang,” ungkap Bolong.
Sementara itu Benyamin Davnie mengungkap, kampanye sehari di 7 titik bukan perkara mudah. Dibutuhkan tenaga yang fit menjalankan itu semua.
Oleh sebab itu ia mengungkap persiapan menjaga kesehatan. “Makan pasti gak boleh telat, minum air putih yg banyak dan kalau sempat rehat di mobil walau sebentar,” ujarnya melalui pesan whatsapp, Senin 7 Oktober 2024.
Saat berkampanye di wilayah Pondok Aren, pada Sabtu 5 Oktober 2024, Benyamin membeberkan capaian program kerjanya selama menjabat Walikota Tangsel.
Capain kinerja itu mulai dari pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, dimana banyak program unggulannya di tiga sektor tadi telah terelaisasi.
Di sektor pendidikan, Benyamin mengungkap telah menggratiskan biaya pendidikan SD hingga SMP. Bahkan siswa SD dan siswa SMP yang tidak mampu, juga menerima bantuan uang tambahan.
Di sektor infrastruktur, ia bersama Pilar Saga Ichsan telah melakukan peningkatan ruas jalan, pelebaran jalan, pembangunan tanggul penahan banjir, membangun tandon air, memperbaiki saluran drainase, membangun gedung sekolah, membangun alun-alun, membedah ribuan rumah warga kurang mampu, memasang lampu penerangan jalan lingkungan, membuat ribuan septik tank dan lain sebagainya.
Kemudian pada sektor kesehatan, telah dilakukan penanganan covid-19, peningkatan layanan Puskesmas dan RSUD, membuat program ngider sehat, membangun 3 RSUD, menanggung BPJS Kesehatan warga.
“Di sektor kesehatan, kami memikirkan warga sejak masih dalam kandungan, hingga yang sudah lanjut usia,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











