SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang membuka layanan Buka Sabtu Minggu (Busami) di masing-masing UPT di Kabupaten Serang.
Busami digelar untuk mengakomodir pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetri mengaku, untuk memastikan seluruh pemilih pemula mendapatkan hak pilihnya saat Pilkada, pihaknya membuka layanan Busami di seluruh UPT di Kabupaten Serang.
“Kalau di hari biasa kan mereka tidak bisa, makanya layanan kita buka di Sabtu dan Minggu, ini hanya perekaman KTP saja, tapi kalau ada pelayanan lain kita terima juga,” katanya, Rabu, 9 Oktober 2024.
Ia mengaku, pelayanan Busami akan dibuka sampai dengan hari H pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
“Pelayanan ini dalam rangka mensukseskan Pilkada Serentak 2024 bagi para pemilih pemula,” ungkapnya.
Ia mengaku, Program Busami sudah dilaksanakan sejak tanggal 5 Oktober lalu.
Antusiasme masyarakat sendiri sangat tinggi untuk mengikuti program Busami.
“Sangat tinggi, ada yang dapat 50, ada yang dapat 20, ada juga yang dapat 70, ada aja setiap harinya. Kita serentak di semua UPT,” tegasnya.
Selain Busami, pihaknya juga melaksanakan program jemput bola ke tiga sekolah di Kabupaten Serang yang memiliki jumlah siswa yang banyak.
“Jadi memang kita pilih tiga sekolah saja yang jumlah siswanya yang banyak. Selebihnya kita buka layanan di UPT,” pungkasnya.
Plt Kabid Pelayanan Pendaftaran Pendudukan pada Disdukcapil Kabupaten Serang, Hidayatullah mengatakan, berdasarkan data dari Kemendagri, ada tiga data wajib KTP pemula yang telah diberikan. Yakni, pemilih pemula yang sampai akhir Juni 2024 atau semester satu, lalu usia 17 tahun sampai hari H pelaksanaan, hingga data yang disandingkan dengan Dapodik.
“Nah yang sanding dengan Dapodik ini, datanya ada di mana-mana. Jadi siswa asal Kabupaten Serang yang belajar di luar daerah. KK mereka masih masuk Kabupaten Serang otomatis hak pilihnya masih masuk di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Ia mengaku, mulanya berdasarkan data tersebut ada sebanyak 2.200 pemilih pemula yang sudah memiliki hak pilih namun belum melakukan perekaman.
Namun, setelah dilakukan intervensi, hingga akhir September, jumlahnya sudah berkurang menjadi 1.800.
“Data terakhir itu yang terintegrasi dengan Dapodik jadi kita sandingkan dengan Dapodik, itu jumlahnya tingal 1.800 lagi yang akan kita kejar perekamannya,” tegasnya.
Editor: Agus Priwandono











