SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Serang, Muhammad Najib Hamas, memastikan tidak ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang yang ditutup secara permanen.
Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring yang dilaporkan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Serang.
Najib mengatakan, dari total 350 dapur SPPG yang dinyatakan ditutup permanen oleh pemerintah pusat, tidak satu pun dapur di Kabupaten Serang masuk dalam daftar tersebut.
“Dapur di Kabupaten Serang tidak masuk ke situ. Hanya ada dapur yang terkena suspend dan ini akan terus kami monitoring,” katanya, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia mengatakan, salah satu dapur yang masih berstatus suspend berada di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang. Pihaknya mendorong agar seluruh rekomendasi yang telah diberikan segera dipenuhi.
“Ada beberapa yang sudah dilakukan, seperti posisi kamar mandi yang dipindahkan. Tinggal nanti mereka menyampaikan permohonan pencabutan status suspend ke BGN,” tegasnya.
Selain itu, terdapat sekitar 10 dapur yang sudah selesai dibangun, namun belum dapat beroperasi karena masih menunggu hasil monitoring dari BGN.
Najib mengatakan, dari total 243 dapur SPPG di Kabupaten Serang, baru sekitar 150 dapur yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, hampir 90 persen dapur telah mengajukan permohonan SLHS, tetapi belum memperoleh tindak lanjut.
“Nanti akan kami undang seluruh mitra dan kepala SPPG untuk evaluasi dan melihat kendalanya di mana. Karena dari laporan, hampir 90 persen sudah mengurus SLHS, namun yang sudah selesai baru sekitar 150,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria








