SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Belanja operasional Pemprov Banten di Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2024 bertambah lebih banyak dibandingkan pos belanja lainnya.
Berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2024, belanja Pemprov Banten di Perubahan APBD ini bertambah Rp490,47 miliar dari Rp11,86 triliun menjadi Rp12,35 triliun.
Jumlah itu terdiri dari belanja operasi yang bertambah Rp273,34 miliar dari Rp7,21 triliun menjadi Rp7,49 triliun.
Kemudian belanja modal bertambah Rp29,07 miliar dari Rp1,16 triliun menjadi Rp1,19 triliun.
Belanja transfer juga mengalami penambahan sebesar Rp190,57 miliar dari Rp3,42 triliun menjadi Rp3,6 triliun. Sedangkan belanja tidak terduga justru dipangkas Rp2 miliar dari Rp62,69 miliar menjadi Rp60,69 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengungkapkan, meningkatnya jumlah belanja operasi pada Perubahan APBD ini bukan tanpa alasan.
Ada beberapa alokasi anggaran yang membuat belanja operasi bertambah lebih besar dibandingkan belanja lainnya.
“Untuk tambahan belanja jasa tenaga kependidikan RRp149 miliar. Tambahan biaya iuran jaminan kesehatan Rp35,7 miliar,” ujar Rina.
Kata dia, tambahan belanja jasa tenaga pendidikan lebih besar yakni pembayaran honor guru honorer.
“Karena baru dianggarkan delapan bulan di murni (APBD murni-red),” ungkapnya.
Dengan begitu, sisa honor untuk empat bulan dibayarkan di Perubahan APBD.
Rina mengakui ada keterlambatan pembayaran honor guru honorer selama satu bulan, yakni untuk bulan September.
Sedangkan pembayaran honor untuk bulan Oktober sedang diproses. “Nunggu DPPA-nya, mudah-mudahan minggu depan realisasi,” tegasnya. Setelah DPPA ada, maka pembayaran honor bulan ini akan dirapel dengan bulan lalu.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi










