• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Wacana Publik

Jabatan, Antara Anugerah dan Musibah

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 26 Oktober 2024 14:22
in Wacana Publik
Ilustrasi jabatan.

Oleh : Dr KH Encep Safrudin Muhyi, MM, M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

Kepentigan  Masyarakat

RelatedPosts

Indonesia Punya Nikel, Tapi Apakah Punya Cukup Asam Sulfat?

Kamis, 5 November 2026 13:19
Akhlak Islami generasi muda

Sumpah Pemuda di Era Digital: Meneguhkan Akhlak Islami Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 17:41
Perempuan di Balik Helm Las, Membuka Peluang Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Perempuan di Balik Helm Las, Membuka Peluang Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Rabu, 28 Oktober 2026 12:12
Pendidikan pesantren

Pesantren, Mencetak Kader Berakhlakul Karimah

Kamis, 22 Oktober 2026 11:14

Jabatan ialah suatu lingkungan pekerjaan tetap yang diadakan dan dilakukan guna kepentingan negara (kepentingan umum). Tiap jabatan adalah suatu lingkungan pekerjaan tetap yang dihubungakan dengan organisasi sosial tertinggi, yang diberi nama Negara. Jabatan merupakan sebutan yang bersifat ringkas untuk mengidentifikasikan suatu jabatan. Perumusan nama jabatan mendasarkan pada tindak kerja, bahan kerja, perangkat kerja, dan hasil kerja.

Secara etimologi, jabatan berasal dari kata “jabat” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai pekerjaan atau tugas dalam pemerintahan atau organisasi yang berkenaan dengan kedudukan dan pangkat. Sementara jabatan merupakan nama spesifik dan formal yang diberikan kepada suatu peran dalam suatu organisasi, posisi pekerjaan mengacu pada keseluruhan peran dan tanggung jawab yang dipegang seseorang dalam suatu Lembaga.

Jabatan suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang pegawai negeri dalam suatu satuan organisasi. Dengan demikian Jabatan merupakan posisi strategis dalam organisasi dan kedudukan yang berimpikasi terhadap wewenang hak dan tanggung jawab dari seorang pegawai dalam susunan pada suatu organisasi. hakikat atau isi suatu jabatan dengan mengumpulkan dan menyusun informasi yang ada hubungannya dengan jabatan dimaksud.

Pandangan Islam, jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin besar pula tanggung jawabnya. Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan jabatan dalam Islam : Pemimpin yang baik adalah yang amanah, jujur, adil, dan selaras antara kata dan tindakan. Pemimpin yang baik juga mampu mengutamakan kepentingan publik daripada kepentingan pribadi. Larangan meminta jabatan

Rasulullah SAW tidak menyukai orang yang ambisius meraih jabatan. Hal ini karena orang yang seperti itu biasanya lebih mementingkan dirinya dan kelompoknya.

·       Penunjukan pejabat : Yang mengangkat seorang sebagai pejabat adalah pemimpin tertinggi atau orang yang diizinkan dan diwakilkan oleh pemimpin tertinggi.

·       Kriteria pemimpin : Pemimpin yang baik harus memiliki sifat amanah, hafidz, dan alim. Hafidz artinya menjaga amanah, sedangkan alim artinya mengetahui apa yang menjadi tanggung jawabnya. Konsistensi antara kata dan tindakan

Seorang penguasa (pejabat) harus memiliki konsistensi antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilaksanakan. Agama mengingatkan bahwa jabatan/kepemimpinan bukan keistimewaan tapi tanggung jawab. Jabatan  bukanlah fasilitas tapi pengorbanan dan bukan leha-leha tapi kerja keras juga bukan kesewenangan bertindak tapi kewenangan melayani. Seharusnya jabatan sebagai pelopor keteladanan berbuat.

Jabatan pun bukan sarana pembalasan dendam, tapi sebagai pengayom, menghimpun semua komunitas. Pesan Alquran : Janganlah kebencianmu kepada satu kaum menjadikanmu tidak berlaku adil (terhadap mereka) Bahkan berusaha untuk menzalimi mereka.

Jabatan yang sandang pasti berakhir, dan berusaha akhiri amanah itu dalam keadaan husnul khotimah, jangan sebaliknya. Kata Rasul, “Jabatan adalah amanah dan ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan di hari kemudian, kecuali yang menerimanya dengan hak serta menunaikannya dengan baik”. Penghianatan terhadap sumpah jabatan akan menyulut api kebencian dan amarah dari pemberi amanah, juga akan merusak tatanan nilai dalam lingkungan dimana amanah itu dijalankan.

Tanggung Jawab Moral

Mendapatkan jabatan merupakan sebuah amanah dari negara yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar orang yang memperoleh jabatan dapat mengemban amanah tersebut serta mempertanggungjawabkan apa yang telah dikerjakannya.

Setiap manusia adalah khalifah di muka Bumi yang mengemban amanah masing-masing. Amanah merupakan sebuah sikap yang harus dipertanggungjawabkan. Jabatan dan kekuasaan adalah dua media yang saling terkait. Saat seseorang memiliki jabatan, secara otomatis memiliki kewenangan kewenangan tertentu yang disebut  adalah “wakil” Tuhan di muka bumi.

Kekuasaan itu bukan sekadar wilayah materiil untuk menduduki sebuah jabatan, seperti presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, atau semacamnya. Akan tetapi kekuasaan yang memiliki kewenangan politik diperlukan ranah spiritual sebagai ruh, sebagai energi yang membuat kekuasaan menjadi dinamis, indah, memiliki vitalitas dan daya hidup, pengikat komunitasnya.  Menduduki sebuah jabatan bukan untuk membungkam lawan politiknya atau orang-orang yang tidak disukai. Sebaliknya, kekuasaan adalah harmonisasi untuk menyatukan beragam komunitas bagi tujuan kemanusiaan yang lebih besar dari sekadar kepentingan fisik materiil.

Jabatan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan untuk dijalankan dengan baik. Akan tetapi, apabila jabatan diselewengkan yang tidak sesuai peraturan yang telah ditentukan, maka jabatan itu akan menjadi musibah.Konteks spiritual, seorang penguasa harus mampu yang memiliki kekuasaan harus mampu mengarahkan apa yang dikuasai menuju kehidupan yang penuh dengan anugerah dan  nilai spiritual.

Jangan pergunakan fasilitas negara dengan kepentingan pribadi atau golongan. Terlebih saat musim kompetisi politik seperti tahun ini, banyak janji janji yang disampaikan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada rakyat, namun dalam praktiknya banyak pengingkaran terhadap apa yang pernah dijanjikan. Di sinilah jiwa melayani menempati posisi yang sangat tinggi dalam ranah spiritual. Tanpa ada unsur-unsur spirit atas apa yang dipikulnya, maka kekuasaan malah menjadi ajang untuk menodai janji, merusak komitmen, dan pengingkaran sebagai pelayan umat.

Oleh sebab itu, sebuah perolehan jabatan pada level tertentu dijadikan satu tanda pencapaian prestasi diri atas usaha yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga tidak heran, jika seseorang yang mendapatkan satu jabatan tertentu, terutama di level atas, banyak diapresiasi oleh banyak pihak. Berbagai ucapan selamat akan datang silih berganti sebagai bagian dari doa, apresiasi, serta harapan disematkan pada orang yang mendapatkan posisi tersebut. Dengan perspektif ini, jabatan dianggap sebagai suatu nikmat, penghargaan, dan suatu kehormatan yang menaikkan status prestisius di mata banyak orang.

Kita akan menganggap bahwa jabatan itu musibah lebih terkait dengan besarnya tanggung jawab yang melekat pada jabatan tersebut. Setiap jabatan butuh pertanggung jawaban. Semakin ke atas levelnya, semakin besar tanggung jawab yang melekat padanya. Pertanggung-jawaban atas jabatan tersebut bukan sekedar pada stake holder atau pada orang yang berada pada level jabatan di atasnya. Tapi, pertanggung jawaban dari jabatan itu juga akan dihadapi di akhirat nanti. Ini yang paling berat.

Kemudian, dalam rangka menghadapi fitnah dan potensi musibah yang ada dalam setiap jabatan, maka sebaiknya kita menerapkan apa yang telah diajarkan Al-Quran untuk senantiasa bersabar. Di antara ciri dari kesabaran itu adalah selalu merasa bahwa sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan sungguh bahwa hanya kepadaNya lah kita kembali (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un). Sebagai manusia, kita teramat lemah, dan memiliki potensi besar untuk berbuat dhalim dan naif. Hanya dengan pertolongan Allah kita diberi kemampuan untuk mengemban amanah.

Wallahuu a’lam Bishowab

Penulis Adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan & Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional

Tags: Encep Safrudin Muhyiwacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Beasiswa BRILian, Berikut Cara Daftar dan Persyaratan yang Harus Dipenuhi Mahasiswa

Next Post

Hadapi Persaingan Industri,  XL Axiata Singgung Masalah RT/RW Net, Over The Top, dan Starlink

Next Post
Hadapi Persaingan Industri,  XL Axiata Singgung Masalah RT/RW Net, Over The Top, dan Starlink

Hadapi Persaingan Industri,  XL Axiata Singgung Masalah RT/RW Net, Over The Top, dan Starlink

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Golok Day Festival 2026

7.000 Pendekar Bakal Ramaikan Golok Day Festival 2026 di Cilegon

by Adam Fadillah
Jumat, 6 November 2026 19:36
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 7.000 pendekar dari Kota Cilegon dan berbagai daerah di Provinsi Banten diperkirakan bakal meramaikan Golok Day...

Keterbukaan Informasi Publik Cilegon

Cilegon Peringkat Keempat Keterbukaan Informasi se-Banten, Naik Empat Posisi

by Adam Fadillah
Jumat, 6 November 2026 19:26
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berhasil menempati peringkat keempat dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 tingkat Provinsi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.