PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat dalam kurung waktu 2 tahun terakhir adanya peningkatan populasi ternak domba di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wahyu Widayanti menyebutkan pada tahun 2022 jumlahnya sekitar 200 ribu ekor, sementara pada tahun 2023 tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Kalau domba itu populasinya sekitar dua ratus ribuan. Selanjutnya di tahun 2023, ya peningkatannya enggak jauh beda,” ungkap Wahyu di ruang kerjanya, Senin 25 November 2024.
Ia menjelaskan, fluktuasi jumlah ternak terjadi karena adanya proses keluar-masuk ternak. Domba dijual dalam bentuk hidup maupun dipotong, sementara di sisi lain ada ternak yang masuk dari luar daerah. Kondisi ini membuat populasinya relatif seimbang sepanjang tahun.
“Padahal kita tahu bahwa domba bisa dua kali beranak dalam setahun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu melihat tingginya kebutuhan domba di masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Kurban.
“Kita lihat masyarakat di Pandeglang sudah mulai meningkat kebutuhan domba-nya, terutama untuk hari raya kurban,” ujarnya.
Selain itu, Wahyu mengapresiasi kemunculan para peternak baru di Pandeglang yang mulai serius mengelola ternak domba dengan baik.
“Mereka memelihara domba dengan jumlah cukup banyak, memang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Kurban,” jelasnya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, populasi domba terbesar berada di wilayah Kecamatan Menes, Cipeucang, dan Carita.
“Ya, hampir di setiap kecamatan ada populasi domba. Jumlahnya juga menunjukkan peningkatan yang signifikan,” katanya.
Wahyu menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap peningkatan populasi ternak domba semakin besar dalam tiga tahun terakhir. Hal ini juga menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, termasuk DPRD tingkat provinsi dan Kabupaten Pandeglang.
“Kalau ternak sapi atau kerbau, biayanya memang lebih tinggi. Sedangkan ternak domba ini selain biayanya lebih rendah, perawatannya juga lebih mudah, dan jumlah anakannya bisa lebih dari satu,” jelasnya.
Fokus pemerintah daerah dalam mendukung peternak domba diwujudkan melalui bantuan dan program peningkatan populasi ternak. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi peternakan domba yang dinilai lebih ekonomis dan berkelanjutan.
“Dalam tiga tahun terakhir, bantuan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten lebih difokuskan pada ternak domba,” tambahnya.
Editor: Bayu Mulyana










