LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak, Rahmat, mengatakan, tahun 2025 mendatang kelompok tani penerima program pendampingan program Kementerian Pertanian RI, yaitu The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland).
Kelompok tani penerima upland di tiga kecamatan di Lebak, yaitu Kecamatan Cipanas, Lebakgedong, dan Cibeber dapat mengajukan kredit untuk penguatan modal ke BPR Lebak dan LKM Rangkasbitung.
BPR Lebak mendapat penyertaan modal dari Pemda Lebak.
“Insya Allah, dapat membantu petani dalam mengembangkan usahanya, karena bunganya rendah, di bawah KUR,” kata Rahmat, Senin, 9 Desember 2024.
Dia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap keberlangsungan pangan bagi masyarakat. Terlebih, di tengah dunia saat ini sedang dilanda krisis pangan global. Karenanya, Kementan RI terus melaksanakan berbagai program, di antaranya, upland.
Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk lokasi pelaksanaan kegiatan upland project pada lahan seluas kurang lebih 500 hektare dengan komoditas manggis.
Kata dia, upland merupakan program yang sangat memotivasi untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
Di Lebak, selama ini ada beberapa kecamatan yang memang penghasil manggis.
“Apalagi, Kabupaten Lebak merupakan daerah penyangga Ibukota, juga daerah konservasi dan berbasis pertanian,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











