LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Longsor di Kampung Cibarengkok, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Kamis, 5 Desember 2024, mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa.
Tanah longsor terjadi di area hutan dan persawahan dekat permukiman warga.
Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) PW Rangkasbitung, Idham Munfarij Hakim, menyatakan bahwa bencana ini tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem.
Dia menuding, bencana alam itu juga diduga akibat penambangan emas oleh PT SBJ di Blok Palasari, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.
“Akibat aktivitas pertambangan, bencana ini terjadi. Bahkan, tanah ambrol karena adanya jalur jalan yang dibuka,” ujar Idham kepada wartawan, Jumat, 13 Desember 2024.
Menurutnya, material longsor tersebut telah mengakibatkan satu blok persawahan dan ladang seluas sekitar 10 hektare tertimbun tanah. Material longsor juga menutup aliran Sungai Cidikit.
“Akibatnya, aliran sungai menjadi seperti bendungan dengan ketinggian air mencapai 10 meter dan luas genangan sekitar 500 meter persegi,” jelasnya.
Menurutnya, dampak longsor ini mengancam Kampung Cimentong yang berada di bantaran Sungai Cidikit. Meski lokasinya jauh di atas aliran sungai, kampung tersebut hampir terendam.
“Kami juga menerima laporan dari warga bahwa jembatan penghubung desa telah terendam. Yang paling mengkhawatirkan adalah jika bendungan ini jebol, dampaknya dapat menghancurkan ladang dan sawah warga di hilir, bahkan berpotensi memakan korban jiwa,” terangnya.
Kumala mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk segera bertindak tegas.
“Tutup saja perusahaan tersebut. Bukannya memberi manfaat, malah menimbulkan banyak mudarat,” pungkasnya
Berdasarkan data Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, bencana longsor yang terjadi di wilayah tersebut setidaknya berdampak pada 60 rumah dengan kerusakan terparah terjadi pada tiga rumah.
Selain itu, ada 65 KK dengan 180 jiwa terdampak (20 merupakan balita dan 15 lansia).
Editor: Agus Priwandono











