SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google (P4B-Migo) menyambut baik rencana pemerintah pusat yang akan mengembangkan varietas padi trisakti untuk menunjang program ketahanan pangan.
Varietas padi trisakti sendiri merupakan varietas unggul yang berhasil ditemukan oleh P4B dan dikembangkan di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Varietas ini disebut memiliki umur yang cukup pendek dan hasil panen yang maksimal.
Direktur Utama P4B-Migo, Ali Zum Mashar mengaku bersyukur karena pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki keseriusan untuk mewujudkan swasembada pangan dengan mengutus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono untuk meninjau secara langsung hasil penelitian yang sudah dilakukan.
Ia mengaku memiliki sejumlah varietas unggul baik padi maupun kedelai yang memiliki umur relatif pendek yakni waktu tanam hanya dua setengah bulan.
“Untuk percepatan swasembada kami memiliki varietas yang umurnya pendek yang memungkinkan petani menambah siklus panennya sehingga pendapatan meningkat. Salah satunya dengan padi Trisakti,” ujarnya, Senin 23 Desember 2024.
Tidak hanya masa tanam yang singkat, ia mengungkapkan varietas padi trisakti juga memiliki produktivitas yang tinggi sehingga bisa membakar semangat para petani untuk bertani.
“Produktivitasnya 8 hingga 16 ton per hektar. Ada juga kedelai, dengan potensi yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan, adalah dengan mengganti varietas yang digunakan saat ini dengan varietas unggul yang memiliki produktivitas yang tinggi serta masa tanam yang singkat.
“Kedua dilakukan gerakan massal. Seperti tadi yang diungkapkan akan diimplementasikan di 17 juta petani skala kecil,” ujarnya.
Menurutnya, upaya yang harus dikejar ialah dengan memastikan agar benih yang akan ditanam ini mencukupi sehingga mampu mencukupi kebutuhan seluruh petani. “Tinggal bagaimana memikirkan perbanyakan dari benih ini agar mencukupi kebutuhan penanaman 1,7 juta hektare di 17 juta petani, dua atau tiga kali tanam per tahun,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











