LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Memiliki keterbatasan fisik tidak berarti akhir dari segalanya. Sebaliknya, bagi sebagian orang, keterbatasan adalah awal dari perjalanan baru yang penuh harapan.
Salah satu kisah inspiratif dari Saidi Pratama, penyandang disabilitas asal Kampung Cikeyeup, Desa Gununganten, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk berkarya dan meraih kehidupan yang lebih baik.
Saidi yang sebelumnya merasa terisolasi dan kurang dihargai masyarakat, kini menemukan harapan baru. Dengan keahliannya tersebut, Saidi mampu memberikan inspirasi baru bagi penyandang disabilitas lainnya yang ada di Indonesia.
“Awal saya memulai usaha ini, tahun 2017 belajar dari teman. Nah disitu saya belajar hingga saat ini bisa dan membuat berbagai kerajinan tangan,” kata Saidi kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 26 Desember 2024.
Saidi yang kehilangan tangan akibat kecelakaan tahun 2017 silam, merasa terpukul pada awalnya. Namun, rasa putus asa perlahan hilang dengan semangat untuk bangkit.
“Saya merasa tidak bisa berbuat banyak setelah kecelakaan itu. Tapi, saya mulai berpikir, mungkin saya bisa belajar membuat sesuatu dengan tangan saya, meskipun kaki saya tak bisa bergerak lagi,” ujarnya.
Proses pembuatan kerajinan dari batok kelapa tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga ketekunan dan ketelitian. Batok kelapa yang biasa dianggap sebagai limbah ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika diolah dengan baik.
“Saya tidak hanya belajar keterampilan baru, tapi juga merasa dihargai. Hasil kerja keras saya sekarang bisa dijual dan menghasilkan uang. Ini memberi saya kebanggaan tersendiri,” pungkas Saidi.
Editor: Mastur Huda











