LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat Kasus Demam Berdarah Deungeu (DBD) di Kabupaten Lebak sepanjang tahun 2024 mencapai 2.773 kasus dan 9 orang meninggal dunia.
Meningkatnya kasus DBD di Lebak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat.
“Masyarakat mesti waspada dengan DBD, apalagi saat ini cuacanya berpotensi timbulnya DBD. Kami berhatap tahun ini kasus DBD bisa lenih ditekan. Dinkes terus melakukan langkah antisipasi,” ujar Sekda Lebak, Budi Santoso, Minggu 5 Januari 2025.
Menurutnya, gerakan Jumat bersih (Jumsih) yang selama ini digalakannya akan sia-sia bila tidak didukung oleh semua elemen masyarakat.
Karena itu, mantan kepala BKAD Lebak ini meminta agar masyarakat sadar akan menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama, dengan cara gotong royong menjaga kebersihan.
“Solusi yang terbaik itu saya kira adalah menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Pemkab Lebak terus gencar mensosialisasikan gerakan hidup bersih,” imbuhnya.
Dia menambahkan, telah mengintruksikan Dinkes serta seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa di daerah ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD,” kata ketua Korpri lebak ini.
Plt kepala Dinkes Kabupaten Lebak dr Budhi Mulyanto mengatakan, populasi nyamuk aedes aegefty berkembang biak pada genangan-genangan air bersih yang secara langsung tidak menyentuh tanah.
“Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyebaran virus DBD. Sebab penularan penyakit itu ditimbulkan oleh buruknya kebersihan lingkungan di masyarakat,” ucapnya.
Lantaran itu, ia mengimbau masyarakat melakukan gerakan PSN dengan cara menguras, mengubur dan menutup dan tendon-tandon air pada barang-barang bekas.
Di samping warga melakukan 3 M flus juga diminta memberikan abate pada penampungan air seperti bak mandi.
“Jika warga menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dipastikan tidak akan mudah terjadi penularan penyakit DBD,” tukasnya.
Dia juga mengaku telah menyiagakan seluruh petugas Puskesmas, rumah sakit, bidan desa untuk cepat tanggap, dalam mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul pada musim penghujan akhir tahun ini.
“Kami telah intruksikan kepada 40 Puskemas yang tersebar di 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak untuk senantiasa berjaga-jaga mewabahnya penyakit musim penghujan diakhir tahun ini. Seperti diare dan DBD,” ujarnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











