LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak tahun ini menargetkan produksi padi sebanyak 350.750 ton.
Kepala Distan Lebak Rahmat mengatakan, hampir setiap tahun produksi beras di Lebak di atas rata-rata nasional. Bahkan saat pandemi Covid-19, Lebak masih tetap surplus meski pun sempat ada kekhawatiran berpengaruh terhadap produksi beras.
“Untuk memenuhi ketahanan pangan kami akan terus mendorong peningkatan produksi karena Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Banten,” katanya, Senin 7 Januari 2025.
Lantaran itu, Rahmat optimis target tesebut dapat tercapai mengingat sebagaian besar petani di Lebak selalu melakukan pola tanam serempak dan penggunaan pupuk organik. Cara itu, petani dapat menikmati hasil panen yang memuaskan.
“Insya Allah dengan kondisi tersebut jauh berbeda dengan hasil panen petani yang mengandalkan pupuk non organik yang hanya mendapatkan hasil gabah sebanyak 3-4 ton per hektare,” ujarnya.
Untuk sentra tanam terluas, lanjut Rahmat, meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cibeber, Cipanas, Panggarangan, dan Cilograng.
“Ya, enam kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi terbesar di Lebak,” katanya.
Dia mengatakan, tahun 2024 produksi padi dalam bentuk beras yang dihasilkan petani mencapai 379.845 ton sementara kebtuhan beras mencapai 143.038 ton atau 11.920 ton per bulan.
“Tahun lalu kita surplus beras sebanyak 236.807 ton,” katanya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











