PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang mencatat total produksi budidaya perikanan sepanjang tahun 2024 mencapai 27.424 ton. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Iik Syakhbyatin menyebutkan bahwa produksi budidaya sektor perikanan air tawar di Kabupaten Pandeglang mengalami peningkatan selama tahun 20204 yang menyentuh sebesar 27,424,293 kilogram atau 27.424 ton yang terdiri dari 5 jenis budidaya ikan tawar.
“Iya kalau produksi budidaya perikanan memang mengalami peningkatan signifikan, itu terdiri ada lima kategori jenis ikan tawar di dalamnya,” ungkapnya, Senin 6 Januari 2025.
Dikatakannya, produksi budidaya ikan tawar di Pandeglang mencakup lima jenis ikan, yaitu ikan emas, nila, lele, patin, dan gurame. Namun, produksi ikan tawar di daerah ini paling didominasi oleh nila dan lele. Kedua jenis ikan tersebut menjadi yang paling populer dalam budidaya ikan tawar di Pandeglang.
“Cuman yang paling tinggi didominasi-nya oleh ikan nilai dan lele yang populer produksi budidaya ikan-nya di Pandeglang,” katanya.
Selain dari pada itu, produksi budidaya ikan di Pandeglang terbilang tinggi, salah satunya didukung oleh hasil budidaya payau seperti udang vannamei. Meski begitu, fokus pembinaan tetap diarahkan pada ikan tawar dan pembudidaya kecil.
“Dan ada payau itu udang, kita sebenarnya kenapa bisa tinggi karena terbantu produksi udang Vaname, tapi karena udang Vannamei itu kebanyakan produksi hasil perusahaan besar jadi tidak menjadi prioritas pembinaan dari DKP tetap kami memprioritaskan yang ikan tawar dan pembudidaya kecil,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada tahun 2021, produksi mencapai 26.652 ton dari target 26.462 ton (100,72 persen). Tahun 2022 mencatat produksi sebesar 26.827 ton dari target 26.727 ton (100,37 persen), sementara pada tahun 2023 produksi mencapai 27.001 ton dari target 26.994 ton (100,03 persen).
Iik menjelaskan, pihaknya terus melaksanakan program pemberdayaan budidaya ikan sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri). Dua program utama yang dijalankan meliputi pemberdayaan budidaya ikan dan pengawasan sumber daya kelautan serta perikanan.
“Program kami tetap sesuai dengan Permendagri. Ada dua fokus, yaitu pemberdayaan budidaya ikan dan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” jelasnya.
Namun, salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah harga pakan ikan yang terus meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah melakukan beberapa langkah strategis.
“Kami pernah mengikuti rapat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama perusahaan-perusahaan pakan terbesar di Indonesia. Dalam rapat itu disampaikan harapan adanya subsidi pakan selain subsidi pupuk, dan itu sedang diupayakan,” ujarnya.
Selain itu, KKP juga mendukung upaya gerakan pakan mandiri dengan menyediakan mesin pakan bagi pembudidaya ikan di berbagai daerah, termasuk Pandeglang.
“Di Pandeglang, sudah ada beberapa kelompok yang menerima bantuan mesin pakan dari KKP. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk menghadapi kenaikan harga pakan,” tambah Iik.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











