LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mengaku masih kekurangan armada truk pengangkut sampah.
Saat ini, DLH Lebak hanya memiliki 15 unit truk sampah. Rinciannya, 13 mobil truk sampah beroperasi di Rangkasbitung dan 2 truk sampah di Lebak selatan. Akibatnya, pengangkutan sampah belum optimal.
Karena, produksi sampah masyarakat setiap hari mencapai 100 ton yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dengung.
“Kita masih kekurangan truk armada pengangkut sampah. Sekarang, kita baru memiliki 15 unit, dua di antaranya di Lebak selatan itupun kondisinya satu truk rusak. Sehingga, hanya satu yang beroperasi,,” kata Kepala DLH Kabupaten Lebak Iwan Sutikno, Sabtu 25 Januari 2025.
Belasan unit truk pengangkut sampah digunakan untuk mengangkut sampah di wilayah perkotaan, seperti Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Kalanganyar, Maja, Cipanas, dan Muncang. Sementara itu, dua unit truk sampah digunakan untuk melayani kawasan wisata di wilayah Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, dan Bayah. Sampah dari kawasan wisata dan pasar tradisional di Lebak Selatan dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPA) Cihara.
“Armada yang ada kita optimalkan untuk mengangkut sampah masyarakat,” ujarnya.
Idealnya truk pengangkut sampah tersedia di tiap kecamatan di Lebak. Satu kecamatan satu unit, sedangkan kecamatan di pusat kota ditambah satu atau dua unit. Untuk itu, jika ingin ideal maka jumlah truk pengangkut sampah di Lebak harus lebih dari 30 unit. Kondisi tersebut tidak akan bisa direalisasikan sekaligus.
“Kan kita tahu APBD Lebak terbatas maka akan kita usulkan untuk pengadaan truk pengangkut sampah yang baru,” ungkapnya.
Dia meminta kepada tenaga kebersihan di DLH Lebak bekerja keras dalam menangani persoalan sampah. Tiap hari, pasukan kuning bekerja dengan cepat dan sigap dalam menangani sampah di wilayah perkotaan dan daerah lain di Lebak.
“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











