SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Abdul Gofur beserta dengan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang melakukan Sidak ke lokasi pemagaran laut di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara Kabupaten Serang.
Mereka melakukan dialog dengan Kepala Desa Pedaleman, Sad’i untuk menggali informasi terkait pagar laut di wilayah tersebut. Setelah itu, mereka juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi pemasangan pagar laut yang lokasinya tak jauh dari muara sungai Jenggot.
Diketahui, Desa Pedaleman merupakan Desa yang berada di Kecamatan Tanara yang berbatasan langsung dengan Desa Muncung, Kecamatan Keronjo, Kabupaten Tangerang. Dua daerah tersebut dibatasi oleh sungai Jenggot yang juga menjadi akses nelayan untuk melaut.
Pantauan di lokasi terlihat gelombang cukup tinggi, kapal pun tidak bisa masuk ke area pantai dan menurunkan jangkar di muara sungai Jenggot.
Terlihat di lokasi, pagar bambu yang berada di perairan Desa Pedaleman yang tersisa hanya ada di area pesisir pantai.
Sementara untuk di tengah laut, terlihat hanya ada bambu di beberapa titik saja yang masih terpasang.
Sebaliknya untuk pagar bambu yang membentang di laut Desa Muncung, Kecamatan Keronjo, Kabupaten Tangerang masih berdiri kokoh. Terlihat pagar bambu berbaris rapi berkilo-kilometer.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur mengatakan, Sidak yang dilakukan di Desa Pedaleman guna memastikan apakah masyarakat terganggu dengan pemagaran yang terjadi di laut Desa Pedaleman.
“Setelah dipastikan ternyata bukan pemagaran, tapi untuk menahan abrasi. Kita liat secara langsung. Kepala desa juga secara koopratif mendampingi kami,” ujarnya.
Ia mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan, pagar laut di Desa Pedaleman tidak terlihat. Yang telihat justru di wilayah laut Kabupaten Tangerang.
“Tindak lanjut kami akan berkoordinasi dengan pimpinan komisi II sisi mana masyarakat dirugikan atau tidak,” ujarnya.
Ia mengaku akan memprioritaskan pembahasan persoalan pagar laut di Kabupaten Serang. Ia
sebagai anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang menaungi wilayah tersebut mengaku akan mengawal agar tidak ada masyarakat yang dirugikan.
“Yang jelas tadi dari Diskan akan berkoordinasi dengan pihak provinsi karena kewenangannya ada di provinsi. Yang pasti ini akan jadi pembahasan prioritas,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Diskan Kabupaten Serang, Rochyan Aglan mengatakan, berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan di titik koordinat yakni di muara Sungai Jenggot, terpantau ada pemagaran-pemagaran yang dilakukan, baik di wilayah Kabupaten Serang maupun di Tangerang.
“Berbedanya cuman yang di Kabupaten Tangerang pagar yang terpasang itu ke tengah laut yang otomatis akan mengganggu nelayan, sementara yang di Kabupaten Serang pagar yang terpasang lebih dekat dengan darat, pengakuan warga itu sengaja dipasang untuk menahan abrasi dan sedimentasi ke arah muara. Tapi masih ada beberapa pancang bambu yang menancap di tengah,” ujarnya.
Rochyan mengatakan, dari informasi yang berhasil di himpun, pihaknya mendapati adanya bambu-bambu yang terpasang di laut Desa Pedaleman yang sudah dicabuti oleh nelayan. Ia mengaku mengapresiasi upaya tersebut karena bisa mempermudah mereka ketika pergi melaut.
“Dari informasi dari media sosial itu yang kemarin di bongkar masuk ke wilayah Kabupaten Serang. Semoga ini menjadi pahala yang melakukan pencabutan,” ujarnya.
Pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait baik Dinas Kelautan Provinsi maupun dengan KKP agar pagar laut yang masih terpasang baik di Kabupaten Serang maupun di Kabupaten Tangerang segera dibongkar karena mengganggu aktifitas nelayan.
“Kita lakukan koordinasi dan komunikasi, untuk seperti apa arahan mereka melakukan penanganan dan pengawasan bersama-sama. Kita laporkan ada sisa-sisa yang masih terpasang,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











