PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang terus mengalami penundaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengaku tidak bisa berbuat banyak karena masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang bertanggung jawab atas program gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Nono Suparno, menyatakan bahwa hingga kini belum ada kejelasan dari BGN terkait pelaksanaan MBG di daerahnya.
“Kalau dulu, waktu informasi awal, peralatan ompreng-nya belum lengkap, sekarang ya sama saja, masih belum ada info lanjutan dari BGN. Kami pun lagi-lagi menunggu,” ungkapnya saat dihubungi Radarbanten.co.id, Jumat, 31 Januari 2025.
Meski begitu, Nono memastikan bahwa yayasan pengelola dapur sehat MBG sudah resmi terbentuk, dengan dapur utama yang berlokasi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Labuan dan Menes.
“Yang utama itu kan anggaran dari pusat, tapi soal jadwal pelaksanaan dan target siswa, sampai sekarang kami belum dapat info dari BGN,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai antusiasme siswa dan wali murid yang menantikan program MBG, Nono menegaskan bahwa Pemkab Pandeglang hanya sebagai penerima manfaat dan tidak memiliki kendali penuh atas pelaksanaannya.
“Karena kami hanya penerima manfaat, yang jelas harapan kami bisa segera terlaksana, kalau BGN sudah siap,” katanya.
Sebelumnya, program uji coba MBG di Kabupaten Pandeglang dijadwalkan dimulai pada 13 Januari 2025. Namun, pelaksanaannya mundur ke 20 Januari 2025 dan kembali gagal terlaksana tanpa kepastian lebih lanjut. Lokasi uji coba tetap berada di Kecamatan Menes dan Labuan, dengan target 7.000 siswa sebagai penerima manfaat.
“Kami harus sabar menunggu, makanya sampai sekarang belum ada progres karena yang mendatanya bukan dari dinas, langsung dari BGN. Jadi kami belum bisa memastikan,” tuturnya.
“Nanti kalau sudah siap dan mau launching, pasti kami beritahukan,” tambahnya.
Editor : Merwanda











