PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rencana pembangunan reaktivasi jalur rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan terbagi dalam dua segmen dari panjang lintasan sepanjang 56,6 kilometer.
Panjang lintasan rel Kereta Api yang akan direaktivasi membentang dari Stasiun Rangkasbitung sampai ke Stasiun Labuan, Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan informasi diterima RADARBANTEN.CO.ID, pembangunan reaktivasi jalur rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan akan dimulai tahun 2025. Dengan perencanaan dibagi dalam dua segmen.
Total panjang lintasan rel KA sepanjang 56,6 kilometer dan segmen pertama direaktivasi lintasan Rangkasbitung-Stasiun Pandeglang sejauh 18,7 kilometer dan untuk segmen kedua Stasiun Pandeglang-Stasiun Labuan sepanjang 37,7 kilometer.
Direktorat Jenderal PerkeretaapianBalai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten telah mencatat, jumlah bangunan yang bakal tergusur atau kena penertiban di segmen pertama sepanjang 18,7 Kilometer yaitu lintasan Rangkasbitung-Pandeglang sebanyak 1.326 bangunan.
Bangunan itu tersebar di 13 desa di Kabupaten Lebak dan 2 desa di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, berdasarkan informasi diterima dari Dirjen Perkeretaapian, reaktivasi jalur rel KA Rangkasbitung-Labuan ini dibagi dalam dua segmen.
“Segmen pertama itu dimulai dari Rangkasbitung-Labuan sepanjang 18,7 kilometer. Yang akan dimulai di tahun 2025,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 31 Januari 2025.
Kemudian, segmen kedua reaktivasi dimulai dari Eks Stasiun Pandeglang-Eks Stasiun Labuan sepanjang 37,7 Kilometer.
“Semoga saja alokasi anggaran sudah masuk DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) di Dirjen Perkeretaapian tetap berjalan sesuai sudah ditetapkan (tidak dialihkan untuk anggaran lain),” katanya.
Sutoto menegaskan, ia dari Bappeda dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian.
“Untuk mengawal percepatan reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan. Yang sudah lama ditunggu masyarakat Pandeglang,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











