SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Calon Gubernur Banten terpilih Andra Soni angkat bicara mengenaj dinamika yang terjadi di Provinsi Banten.
Dimana, Banten belakangan ini menjadi sorotan nasional, salah satunya mengenai pagar laut di Kabupaten Tangerang.
Ia mengakui jika Banten mempunyai banyak masalah yang jadi tantangan pihaknya kedepan.
Tantangan itu tentu perlu dihadapi guna kemajuan Banten, sebab Andra menilai dibalik tantangan itu juga terdapat potensi besar.
“Bahwa Provinsi Banten saat ini jadi sorotan, kita melihat pertama provinsi ini masalahnya banyak, karena jika menyebut Banten itu konotasinya selalu negatif, kemiskinannya tinggi, stunting juga angka putus sekolahnya tinggi. Tapi dibalik banyak masalah itu potensinya juga banyak. Tinggal bagaimana kita menangani masalah dan menggali potensi itu saja,” ungkap Andra saat di kantor DPW PKS Banten, Kamis 30 Januari 2025.
Baginya, sorotan-sorotan yang terjadi saat ini di Banten tidak melulu dipandang negatif.
Justru sorotan itu telah memperlihatkan potensi kekayaan yang dimiliki Tanah Jawara ini.
“Sorotan bukan hanya di Banten, tapi juga di Bekasi, Sulawesi dan daerah lain. Saya bersyukur Banten jadi sorotan, karena dengan begitu memperlihatkan bahwa wilayah kita ini bakal bagus banget untuk masyarakat, tinggal bagaimana kita mengabdi untuk kemajuan Banten,” tuturnya.
Menurutnya, tantangan itu dapat dihadapi dengan adanya perhatian dari semua pihak khususnya lembaga legislatif DPRD. Andra mencontohkan kasus pagar laut di Kabupaten Tangerang.
Katanya, kasus seperti itu sebetulnya bukan hal yang baru, namun sudah terjadi sejak lama.
“Ini bukan hal baru, tapi selama ini diabaikan. Cenderung kita biarin aja, waktu saya jalan ke pinggiran laut Tangerang itu memang banyak sekali patok-patok, bahkan ada becandaan jika mau beli tanah di Banten, investor tinggal tunjuk saja,” kata Andra.
Ia menegaskan, hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Dimana, pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov Banten bersama dengan DPRD Banten harus lebih memperhatikan setiap dinamika yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, untuk menjaga wilayah kita, agar bagaimana wilayah yang kaya akan sumber daya ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” ucapnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











