CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Destinasi wisata Kampung Lukis Cilegon sepi pengujung. Mantan Wakil Ketua DPRD Cilegon Nurrotul Uyun menganggap kondisi itu karena kurang mendapatkan perhatian pemerintah.
Pemerintah tidak pernah melakukan upaya untuk mengembangkan Kampung Lukis secara berkelanjutan.
Nurotul Uyun, sebagai salah satu penggagas Kampung Lukis, menilai kurangnya perawatan dan inovasi sebagai penyebab utama merosotnya pengunjung.
“Saya rasa salah satu faktornya adalah karena kurang perawatan dan inovasi pengelolaannya sebagai destinasi wisata, harusnya dialokasikan anggaran untuk Kampung Lukis ini untuk perawatan dan untuk lingkungannya,” katanya.
Kampung Lukis yang didirikan pada tahun 2017, menjadi destinasi wisata yang diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Apa boleh di buat, sejak tahun 2022 Kampung Lukis sudah mulai sepi pengujung. Lukisan lukisan di kampung lukis mulai pudar terlihat kurang terawat.
Kendati demikian Uyun percaya bahwa Kampung Lukis masih memiliki potensi yang luar biasa.
Ia yakin bahwa dengan pengelolaan yang baik dan perhatian lebih dari pemerintah, kampung ini bisa kembali hidup.
“Manfaatnya untuk masyarakat juga kan banyak, nanti bisa ada pendapatan masyarakat yang datang dari kegiatan jual beli entah ini produk kuliner ataupun merchandise kampung lukis itu sendiri,” tambahnya.
Kampung Lukis membutuhkan sentuhan kreativitas, perhatian, dan usaha dari berbagai pihak. Pemerintah, dengan segala kemampuannya, diharapkan bisa memberikan dukungan anggaran dan bantuan lainnya.
Kampung ini masih menyimpan harapan, dan dengan perhatian yang tepat, Kampung Lukis bisa kembali menjadi tempat yang hidup dan berkembang, seperti yang pernah diimpikan oleh mereka yang dulu merintisnya.
Editor : Aas Arbi











