LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung-Labuan akan dimulai kembali oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan RI, melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta. Tahap awal pada pembebasan lahan dilakukan pada tahun 2025 hingga 2026.
Lintasan rel Rangkasbitung-Labuan sepanjang 56,6 kilometer dan segmen pertama direaktivasi lintasan Rangkasbitung-Stasiun Pandeglang sejauh 18,7 kilometer dan untuk segmen kedua Stasiun Pandeglang-Stasiun Labuan sepanjang 37,7 kilometer.
Jika selesai direaktivasi, rute Rangkasbitung-Labuan masih akan menggunakan kereta diesel, belum menggunakan kereta KRL seperti di Stasiun Rangkasbitung.
“Karena lintas ini masih akan menggunakan kereta diesel ya, jadi belum menggunakan KRL, kami reaktivasi terlebih dahulu, nah ini sembari berjalan 2025 sampai 2029 itu sepanjang ditarget sudah bisa di reaktivasi kembali untuk kereta dari Rangkas sampai dengan setidaknya sampai Pandeglang,” kata Kepala BTP Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, kepada Radarbanten.co.id, Minggu, 2 Februari 2025.
Ferdian menjelaskan, saat ini reaktivasi rel Rangkasbitung-Labuan masih dalam tahap pembahasan bersama dengan PT. KAI untuk menganggarkan dan berkomitmen dalam mendukung proses reaktivasi.
“Karena kami juga sembari menunggu, sedang dalam proses untuk kami usulkan kepada PT. KAI apakah bisa dibuat semacam MoU atau perjanjian kerja sama dimana KAI juga berkomitmen untuk menganggarkan keretanya, nah tapi ini baru diskusi,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











