LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Lebak menargetkan tahun 2025 ini Pasar PKL Kandangsapi Rangkasbitung sudah beroperasi. Bahkan, Disperindag mengusulkan agar sewa lapak di pasar tersebut digratiskan untuk tahun pertama.
Nantinya, Pasar PKL Kandangsapi akan menapung 800 lebih PKL yang berjualan di sekitaran jalan di Pasar Rangkasbitung, seperti Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Tirtayasa, dan Jalan RT Hardiwinangun.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Orok Sukmana mengatakan, pembangunan Pasar Kandangsapi, Rangkasbitung untuk relokasi pedagang ini menjadi bagian dari upaya dalam menata PKL agar tidak lagi berjualan di lokasi yang tidak seharusnya. Sehingga Pasar Rangkasbitung tak lagi semrawut dan untuk kenyamanan pedagang serta pembeli.
“Kami terus berupaya melakukan penataan pasar di Lebak. Pasar PKL Kandangsapi ini mampu menampung 790-an PKL,” ujarnya, Rabu 5 Februari 2025.
Berdasarkan pendataan oleh Disperindag Kabupaten Lebak, terdapat 867 PKL yang menempati Pasar Rangkasbitung dan Jalan Tirtayasa.
“Pasar baru Kandangsapi di Narimbang nantinya diperuntukan untuk pasar basah dan hasil pertanian warga,” katanya.
Dijelaskannya, pembangunan Pasar PKL Kandangsapi berawal dari adanya pasar tumpah limpahan dari Pasar Rangkasbitung atau menempati Jalan Sunan Kalijaga, Tirtayasa, dan ada juga di Jalan Hardiwinangun.
“Atas dasar pemikiran itu, Pemkab bagaimana mereka ditertibkan tapi juga mencari solusi agar mereka bisa berjualan di tempat layak dan higienis maka dibangunalah Pasar Kandangsapi,” jelasnya.
Pembangunan pasar PKL Kandangsapi kini sudah rampung dengan sarana dan prasarana yang layak seperti musala, toilet, dan sarana pendukung lainnya, sehingga PKL dan masyarakat dapat aman dan nyaman saat beriterakasi.
“Tentunya, dengan fasilitas yang jauh lebih baik dengan tempat sebelumnya di pinggir jalan. Enaknya lagi mereka bisa berjualan 24 jam, tidak dibatasi dengan waktu,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











