PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Irna Narulita berharap kepada Pemerintah Pusat agar rencana reaktivasi rel kereta api Rangkasbitung–Pandeglang tidak berubah dan bisa direalisasikan.
Irna menyampaikan harapannya itu ketika mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Pandeglang.
Irna menyebut, progres reaktivasi rel Rangkasbitung–Pandeglang masih menunggu informasi dari keputusan Pemerintah Pusat. Namun, ia berharap, lokasi prioritas dalam proyek ini tetap dipertahankan.
“Berharapnya ada lokus-lokus yang prioritas tetap dipertahankan. Tapi kita lihat juga di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada pemangkasan besar-besaran. Hati sedih juga karena sudah hampir delapan tahun ini mangkrak,” ungkap Irna usai penandatanganan penyerahan pengelolaan SPAM Tanjung Lesung bersama Balai Kementerian PUPR RI di Pendopo Pandeglang pada Selasa, 12 Februari 2025.
Irna menegaskan bahwa meskipun reaktivasi rel itu tidak sampai ke Labuan, minimal jalur bisa direalisasikan hingga Stasiun Kadomas.
Menurutnya, jalur tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas barang, serta wisata pada akhir pekan.
“Minimal kalau tidak sampai Labuan, ya dari Rangkasbitung ke Kadomas. Dari situ juga ada pergerakan barang dan penumpang, uang beredar tinggi, perniagaan jalan, orang bisa piknik,” katanya.
Jika jalur kereta api itu terhubung ke Pandeglang, masyarakat Pandeglang tidak perlu naik dari Stasiun Rangkasbitung dan bisa berangkat langsung dari Kadomas.
“Minimal satu titik sampai Kadomas. Dari lima terminal, setidaknya ada satu yang beroperasi, jadi masyarakat tidak perlu ke Rangkasbitung, cukup naik dari Pandeglang melalui Kadomas,” ucapnya.
Pemerintah Pusat menetapkan tujuh proyek pembangunan jalur KA sebagai prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Salah satunya adalah jalur rel Rangkasbitung-Pandeglang.
“Iya, salah satunya Pandeglang, ya berharap yang masih dibintangin atau yang masih diblokir mudah-mudahan aja ada kabar baik, kan kita mah harus berbaik sangka kepada Allah dan Pemerintah Pusat. Mudahan-mudahan pendapatan Pemerintah Pusat semakin baik sehingga nanti akan ada penentuan lagi skala prioritas yang lain,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











