SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menyiapkan uang tunai sebesar Rp 3,35 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 Hijriyah atau tahun 2025.
Deputi Direktur Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah, mengatakan, jumlah uang tunai untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tahun 2024 lalu, pihaknya menyiapkan uang tunai Rp 4,57 triliun.
“Tahun ini terjadi penurunan sekitar Rp 600 miliar sampai Rp 700 miliar, tahun ini kami menyiapkan sebanyak Rp 3,35 triliun dan dibandingkan tahun lalu yakni Rp 4,57 triliun,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, penurunan penyediaan uang tunai itu bukan tanpa alasan.
Menurut dia, hal itu karena terjadi momen liburan yang berdekatan seperti libur Natal dan tahun baru serta libur panjang Isra Mikraj, cuti bersama, dan Tahun Baru Imlek.
Di momen itu, perbankan sudah mengeluarkan uang lebih banyak.
“Jadi ada tren di perbankan itu, kemarin pada saat Natal dan tahun baru uang keluar banyak dan nanti setelah satu bulan kemudian uang itu biasanya mulai masuk kembali ke perbankan. Maka dari itu di tahun ini dari BI tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak seperti tahun lalu,” katanya.
Tak hanya menyiapkan uang tunai, Rawindra mengatakan, pihaknya menyiapkan uang pecahan untuk ditukarkan.
Uang pecahan uang yang disiapkan BI mulai dari pecahan Rp 100 ribu, Rp 75 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu hingga Rp 1 ribu.
Selain itu, pihaknya juga memastikan pecahan uang yang disediakan dalam kondisi layak edar.
Ia menjelaskan, layanan penukaran uang pecahan kecil memang menjadi prioritas BI setiap Ramadhan, lantaran letak daerah Banten itu cukup luas.
“Program ini juga guna membantu masyarakat mendapatkan uang pecahan kecil untuk keperluan selama Ramadan maupun Idul Fitri, baik untuk THR dan keperluan lainnya,” ujar Rawindra.
Dia mengatakan, untuk jadwal serta lokasi penukaran uang belum dapat disampaikan saat ini lantaran masih menunggu arahan dari BI Pusat.
“Kita akan jemput bola melalui kas keliling. Kita kerjasama dengan perbankan,” ungkapnya.
Meskipun pihaknya menyiapkan uang tunai, tetapi ia mengatakan, penggunaan QRIS di Banten terus mengalami peningkatan.
Di masyarakat juga terjadi perubahan kebiasaan, yang sebelumnya biasa memegang uang tunai, kini mulai meningkat pembayaran non tunai.
“Kami harap semakin meningkat penggunaan non tunai di bulan Ramadan. Akan lebih efisien,” terangnya.
Asisten Manajer atau Kepala Unit Implementasi PUR Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Syahrun Romadhoni, mengatakan, proyeksi kebutuhan uang saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini Rp 3,35 triliun.
Sedangkan, realisasi tahun lalu sekira Rp 4 triliun.
“Kalau melihat tren secara normal di bulan biasa dengan rata-rata Rp 1,2 triliun, sekarang disiapkan Rp 3,35 triliun berarti cukup tinggi kenaikannya,” terangnya.
Editor: Agus Priwandono











