SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Minyak jelantah sisa memasak yang biasanya dibuang kini bisa disulap menjadi tabungan uang oleh masyarakat.
Alih-alih dibuang begitu saja karena sudah tak layak pakai, masyarakat bisa mengumpulkan pundi pundi rupiah dari minyak jelantah.
Minyak goreng sisa memasak itu bisa dijual dengan harga cukup menggiurkan, Rp5 ribu per liternya.
Solusi menguntungkan itu dihadirkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group). Masyarakat di Desa Anyar, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang yang pertama kali akan merasakan program dengan nama MINYAKU (Manajemen Pengumpulan Minyak Jelantah untuk Lingkungan) tersebut.
Desa Anyar menjadi pilot project implementasi pemanfaatan minyak jelantah tersebut.

Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi menjelaskan, Chandra Asri Group bermitra dengan TUKR, perusahaan pengumpul minyak jelantah yang telah memiliki sertifikasi dan lisensi guna memastikan proses daur ulang jelantah berlangsung sesuai prosedur.
Limbah rumah tangga itu bisa diolah menjadi biodiesel dan bioavtur.
Chandra Asri Groupmenyediakan titik pengumpulan di mitra MINYAKU seperti bank sampah, balai desa, dan IPST ASARI (Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah, Kelola Mandiri), dan layanan penjemputan.
“Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan, yakni pemberdayaan masyarakat melalui implementasi konsep ekonomi sirkular,” ujar Nicko.
Nicko menjelaskan bahwa pengumpulan jelantah dalam program MINYAKU mengadaptasi metode pengumpulan sampah plastik melalui bank sampah. Masyarakat yang berpartisipasi mendapatkan nilai ekonomi sebesar Rp5 ribu per liter jelantah, yang disimpan dalam bentuk tabungan pada bank sampah.
“Penggunaan jelantah berulang kali dapat menimbulkan risiko kesehatan, sementara pembuangan jelantah yang tidak terkelola berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu, MINYAKU hadir sebagai solusi daur ulang jelantah yang efisien, dan mendukung pola hidup sehat, ramah lingkungan, dan hadirnya peluang ekonomi,” ungkap Nicko.

Dalam program MINYAKU, keterlibatan masyarakat menjadi elemen kunci dalam mendukung inisiatif ekonomi sirkular, terutama melalui pengumpulan minyak jelantah.
Kepala Desa Anyar, Juhaedi Salim menyambut baik program MINYAKU sebagai inisiatif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Desa Anyar.
Menurutnya, program yang diperkenalkan oleh Chandra Asri Group ini akan menumbuhkan kebiasaan dalam mengelola minyak jelantah secara bijak, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
“Kami berharap program MINYAKU dapat terlaksana secara berkelanjutan dan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi. Sehingga program ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Juhaedi.
Dijelaskan Juhaedi, Desa Anyar merupakan desa konsumtif. Di sisi lain, pelaku usaha yang menggunakan minyak goreng pun cukup banyak.
Sehingga program MINYAKU menjadi solusi yang sangat tepat, selain untuk edukasi hidup sehat, juga menjadi sumber pendapatan tambahan.
“Penduduk di Desa Anyar banyak, 2 rubian KK, terdiri dari 30 RT, dsn tujuh RW,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











