CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Cilegon bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memastikan pekerja jasa konstruksi terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan yang bertajuk Monitoring dan Evaluasi Pekerja Jasa Konstruksi dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Cilegon, salah satunya adalah Dinas Pendidikan, Kejaksaan Negeri dan Dinas Ketenagakerjaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Zuka Bistro, Jombang Kota Cilegon pada Selasa, 18 Februari 2025.
Perwakilan Dinas PUPR Kota Cilegon, Ui Lutfi saat diwawancara oleh Radar Banten menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi dan menghimbau kepada seluruh OPD di Kota Cilegon yang berhubungan dengan pekerjaan konstruksi.
“Dsini kami mengundang OPD-OPD orang biasa berhubungan dengan jasa konstruksi, jasa pendidikan, jasa kesehatan ada juga dari Barjas bagaimana pentingnya BPJS ketenangan kerjaan dalam hal ini dalam hal bisa meng-cover pegawai-pegawai ataupun pekerja-pekerja di dalam pelaksanaan yang diberikan, ” ucapnya.
Ui berharap kedepan OPD di Pemkot Cilegon lebih aware terhadap pentingnya BPJS Ketenagakerjaan agar kedepan apabila terjadi kejadian kematian atau kecelakaan bisa ditanggung oleh BPJS.
“Sehingga kita akan melihat bagaimana manfaatnya dan sebagainya supaya aware dari pemerintah dalam hal nanti pada saat pelaksanaannya itu bisa kepada perusahaan-perusahaan yang bisa meng-cover pelindungan bebas keterangan pekerjaan, ” tambahnya.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Cilegon, Arif Lukman saat diwawancara oleh awak media usai kegiatan monitoring dan evaluasi perlindungan pekerja sektor jasa konstruksi yang difasilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon menyampaikan beberapa hasil evaluasi dan monitoringnya.
“Jadi sebenarnya tujuannya hari ini mereview dan mengevaluasi pencapaian tahun lalu, yang mana sudah berhasil. Di mana proyek yang berkategori penunjukkan langsung, yang di bawah 200 juta nilai proyeknya, itu sudah banyak yang patuh. Kami ingin di tahun ini itu bisa ditingkatkan. Jangan sampai ada yang lolos, kemudian yang lolos inilah yang pekerjanya malah mengalami celaka, ” ucapnya.
Editor: Agus Priwandono











