SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Jumlah kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama tahun 2024 di Kabupaten Serang mencapai 4.074 kasus. Jumlah tersebut berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Kabupaten Serang.
Cukup tingginya angka kasus PHK di Kabupaten Serang diakibatkan karena berbagai faktor. Salah satunya ialah ada enam perusahaan yang tutup selama tahun 2024.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), pada Disnakertans Kabupaten Serang, TB Ana Supriatna mengatakan, berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan ada sebanyak 4.074 pegawai yang mengalami PHK.
Cukup tingginya angka kasus PHK di Kabupaten Serang diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni kondisi perekonomian global yang masih belum menentu pasca pandemi Covid-19 dan adanya perang yang terjadi di beberapa negara.
“Kondisi perusahaan lagi menurun terus kondisi persaingan antar perusahaan, atau hal-hal yang menyangkut imbas dari kejadian tahun kemarin, nah itu masih ada dampaknya peperangan Ukraina atau timur tengah,” katanya, Sabtu 22 Februari 2025.
Ia mengatakan, setidaknya ada sebanyak 6 perusahaan yang tutup dan akhirnya menjadi penyumbang angka pengangguran yang cukup tinggi di 2024.
Enam perusahaan tersebut yakni PT Century Metalindo, PT Hwa Hok Steel, Cikande Harvest International, PT Primajaya Multicon, PT Dian Swastatika Sentosa serta PT Citra Buana Unggul.
Selain itu, ada juga perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi namun melakukan pemutusan hubungan kerja akibat kondisi perusahaan yang tidak stabil sehingga membuat jumlah orderan mengalami penurunan.
“PWI satu, sekarang kan kondisinya memprihatinkan disitu melihat sekarang ini paling tersisa tenaga kerjanya tinggal sedikit. Ini akibat order-ordernya ini terganggu timbul lah efisiensi dengan melakukan pemutusan hubungan kerja. Selain itu juga PT Nikomas yang melakukan PHK tahun 2024,” ujarnya.
Ana menjelaskan, adanya penurunan order di perusahaan-perusahaan tersebut, turut berdampak terhadap perusahaan lain yang bermitra. “Perusahaan lain yang menerima order yang saling berkaitan kondisinya berdampak ke perusahaan itu karena ordernya dari PWI satu,” tegasnya.
Ada berapa sektor industri yang melakukan PHK cukup besar di tahun 2025. Itu karena kondisi perekonomian global yang tidak menentu di 2024. “Seperti sektor industri tekstil, industri baja, sepatu juga ada industri hebel. Ini yang paling banyak terdampak,” tegasnya.
Meskipun demikian, Ana mengungkapkan, jumlah kasus PHK di tahun 2024 ini mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2023 lalu. Bahkan penurunannya sangat signifikan. “Jumlah PHK 2023 ini mencapai 10.531, jadi menurun apabila dibanding tahun 2024 ini,” tegasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











