LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang bulan Ramadan menjadi berkah bagi petani padi di Kabupaten Lebak. Di mana, sebagian petani di Kabupaten Lebak mulai memasuki musim panen padi.
Aji petani di Desa Jati, Kecamatan Leuwidamar memgaku sudah mulai memanen padi hasil tanam bulan Oktober – November tahun 2024.
“Alhamdulilah, kami panen padi awal tahun ini cukup baik. Berkah bagi kami karena tidak lama lagi sudah masuk bulan puasa,” katanya, Minggu 23 Februari 2025.
Menurut dia, pada musim tanam (MT) kali ini, petani setempat sangat ditunjang oleh pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Bukan hanya itu, sebab dia juga mengaku beruntung terbebas dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama pengganggu.
“Memang panen padi tahun ini tidak ada gangguan hama. Tapi, banyak hepe karena hujan ketap turun pada malam hari. Ini bwrdampaj apda kualitas padinya,” ujarnya.
Dia mengaku panen kali ini sangat berarti bagi para petani karena dapat menutupi untuk kebutuhan makan sehari-hari selama bulan ramadhan.
“Petani kan enggak ada THR Lebaran jadi kami anggap dengan panen dan tidak ada serangan hama yang berarti sebagai THR Lebaran,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak, Rahmat membenarkan, saat ini sebagian para petani di Kabupaten Lebak sudah memasuki musim panen di antaranya Muncang, Leuwidamar, Lebakgedong, Banjarsari, Malingping, Bojongmanik dan Cihara.
”Saat ini petani di sejumlah kecamatan di Lebak sudah memasuki waktu panen dan puncak panen diperkirakan akhir April,” katanya.
Rahmat memastikan bahwa kebutuhan beras di Kabupaten Lebak, yang mencapai 11.920 ton per pulan, termasuk kebutuhan untuk bulan Ramadhan aman.
“Insya Allah akan terpenuhi dengan baik. Mari bersama-sama kita bersyukur atas hasil panen yang melimpah ini. Semoga keberkahan Ramadan dan membawa kedamaian dan keberkahan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan produksi padi sebanyak 350.750 ton. Di mana, setiap tahun produksi padi Lebak selalu di atas rata-rata nasional.
“Tahun 2024 produksi padi dalam bentuk beras yang dihasilkan petani mencapai 379.845 ton sementara kebtuhan beras mencapai 143.038 ton atau 11.920 ton per bulan,” jelasnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











