PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pedagang di Pasar Badak mengeluhkan atap los mereka yang bocor. Para pedagang mengaku masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kebocoran terjadi di area los penyedia jasa permak atau penjahit pakaian. Para pedagang khawatir setiap hujan turun karena air masuk dan membanjiri tempat usaha mereka.
Salah satu pedagang, Fahru, mengeluhkan atap los yang bocor tersebut. Katanya, kebocoran ini sudah terjadi sejak 2024 dan semakin parah saat hujan turun.
“Udah lama sih, kayaknya dari tahun 2024. Kalau hujan deras, otomatis enggak bisa kerja di sini. Rata-rata di los ini kan penjahit semua,” kata Fahru pada Jumat, 28 Februari 2025.
Fahru menjelaskan kebocoran atap berdampak besar pada aktivitas menjahit karena mereka menggunakan listrik sebagainl sumber tenaga mesin jahitnya.
Air hujan yang masuk ke dalam los kerap menggenang di depan lapak, menimbulkan risiko keselamatan.
“Kalau hujan, air otomatis menggenang di depan sini. Kami khawatir kesetrum karena pakai listrik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebocoran atap ini menyebabkan air hujan masih terus menetes ke lantai meski hujan sudah reda, sehingga mengganggu aktivitas berdagang.
“Walaupun hujannya udah berhenti, airnya masih turun dari atas. Korban sih sejauh ini alhamdulillah enggak ada, cuma banyak yang basah,” jelasnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera memperbaiki kondisi pasar agar fasilitasnya lebih layak.
Mereka khawatir jika tidak segera diperbaiki, pasar akan semakin sepi, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Harapan kami ke depan pasar ini bisa lebih baik lagi. Apalagi mau masuk bulan puasa, kalau kondisinya begini, orang juga jadi enggan belanja ke sini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, Bunbun Buntaran, menanggapi keluhan pedagang Pasar Badak. Ia menyebut sebagian perbaikan sudah dilakukan, terutama pada talang air dan beberapa bagian lainnya.
“Oh, nanti kita lihat ya. Kalau yang kemarin, talang-talang dan tangga sudah kita perbaiki semuanya,” kata Bunbun.
Namun, Bunbun mengaku baru mengetahui adanya keluhan terbaru soal kebocoran atap yang masih terjadi.
Ia menyarankan pedagang untuk segera melaporkan masalah ini ke kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar.
“Kalau yang ini baru muncul, kita juga baru tahu. Harusnya langsung lapor ke orang pasar di kantor UPT,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memastikan pihaknya akan mengecek kondisi atap yang bocor. Jika diperlukan, perbaikan akan dilakukan sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Kita lihat dulu atap mana yang bocor. Nanti direncanakan untuk diperbaiki, mudah-mudahan anggarannya ada, insyaallah,” tuturnya.
Bunbun menyebut kebocoran atap di Pasar Badak terjadi akibat usia bangunan yang sudah tua. Menurutnya, kerusakan seperti ini wajar terjadi pada bangunan yang telah berusia puluhan tahun.
“Iya, itu karena usia bangunan yang sudah berpuluh-puluh tahun. Jadi wajar kalau ada kerusakan sedikit,” jelasnya.
Namun, ia mengakui perbaikan atap saat ini terkendala efisiensi anggaran. Pihaknya akan mengecek ketersediaan dana sebelum mengambil langkah perbaikan.
“Tahun ini kan banyak penyesuaian anggaran. Nanti kita lihat ada atau nggak. Kalau nggak ada, mungkin kita cari solusi lain, bisa swadaya. Mudah-mudahan segera diperbaiki dengan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











