PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mantan Bupati Pandeglang dua periode 2016-2025, Irna Narulita, secara tegas menyatakan kalau raport Pemerintah Provinsi Banten masih merah karena masih terjadi ketimpangan antara Banten Utara dan Banten Selatan.
Pernyataan itu disampaikan Irna dalam sidang paripurna serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pandeglang pada Selasa, 4 Maret 2025.
Serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang dari Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban kepada Raden Dewi Setiani-Iing Andri Supriadi dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Achmad Dimyati Natakusumah.
Menurut Irna, indikator makro raport Pemprov Banten masih merah karena masih ada ketimpangan antara Banten Utara dan Banten Selatan.
“Masih ada ketimpangan antara Banten Utara dan Banten Selatan. Insya Allah kalau bapak (Gubernur Banten, Andra Soni) memberikan kue pembangunan yang merata kepada Banten Selatan, kami bisa setara dengan Banten Utara,” katanya.
Irna mengungkapkan, kalau ia bersama Wakil Bupati Tanto Warsono Arban rajin ke Pemerintah Pusat.
“Pada periode pertama menjabat di tahun 2016 saya bersama pak Wabup rajin sekali untuk roadshow ke kementerian-kementerian. Kami berharap ada proyek strategis nasional yang diluncurkan untuk Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kabupaten Pandeglang dekat dengan Jakarta, kurang lebih sejauh 111 kilometer. Tapi masih tertinggal.
“Walaupun memang di tahun 2019 status Kabupaten Pandeglang tidak lagi menjadi kabupaten tertinggal, kami sudah tinggal landas menjadi kabupaten yang lebih maju ke depannya. Tapi memang anggaran kami tidak mencukupi,” katanya.
“Bantu kami, sehingga kami tidak ada lagi ketimpangan dengan Banten Utara. Kami adalah masyarakat Gubernur, dan kami adalah warga Banten Selatan, masyarakatnya Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya.
Irna mendoakan, Andra-Dimyati tetap harmonis selama lima tahun ke depan dan seterusnya.
“Seperti saya dan pak Tanto selalu harmonis, walupun memang ada upaya memecah belah tapi kita bertahan terus, sehingga tidak ada perpecahan,” katanya.
“Tak ada gading yang tak retak, saya manusia biasa, banyak kecewa kehadiran kami membangun Pandeglang dan ada juga kami mohon dimaafkan, ikhlas, memaafkan kami,” katanya.
“Saya serahkan estafet kepemimpinan kepada ibu Dewi-pak Iing untuk melanjutkan perjuangan dan menyelesaikan PR-PR yang belum terselesaikan,” katanya.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengaku memberikan arahan untuk bersama-sama bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Insya Allah kami akan berkolaborasi menjadi mitra yang baik dengan temen-temen kabupaten dan kota, dan insya Allah kita akan berjalan bersama-sama,” katanya.
Pekerjaan rumah di Kabupaten Pandeglang, bahwa masih ada disparitas pembangunan masih jelas.
“Dan kita menyadari bahwa kemampuan fiskal Kabupaten Pandeglang termasuk yang rendah di Provinsi Banten. Sehingga provinsi dalam men-support Pandeglang ke depan diperlukan,” kata Andra.
Editor: Agus Priwandono











