PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang mengakui tidak memiliki anggaran alias bokek untuk memperbaiki jalan rusak di Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pelaksana tugas (Plt) Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Andrian mengakui pihaknya tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membangun infrastructural jalan yang rusak.
“Untuk saat ini, khususnya tahun 2025, kita tahu sendiri anggaran di dinas memang terkena refocusing dan efisiensi,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu 5 Maret 2025.
Namun, Andrian mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terkait penanganan jalan rusak di wilayahnya.
“Tapi kita berusaha koordinasi dengan provinsi. Mudah-mudahan mereka bisa membantu, dan pelaksanaannya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Meski demikian, Andrian mengaku belum bisa memastikan apakah anggaran untuk perbaikan jalan tersebut tersedia tahun depan atau tidaknya.
“Kalau memang masih ada anggarannya tahun depan, ya kita usahakan,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di Desa Cimoyan membutuhkan biaya besar.
“Sebenernya kan lumayan mahal untuk yang di titik itu, karena memang kalau misalkan kita cuma ngerjain satu titik dengan dana yang biasa nantinya cepat rusak lagi, jadi sayang uang gitu,” katanya.
Warga Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, terus mengalami kesulitan akibat kondisi jalan yang rusak parah. Meski infrastruktur tersebut vital bagi aktivitas warga, pemerintah daerah mengaku belum memiliki anggaran untuk perbaikannya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang pun belum bisa memastikan kapan jalan tersebut akan diperbaiki.
“Untuk tahun ini sepertinya tidak mungkin, karena anggaran Pemda Pandeglang juga terbatas,” terangnya.
Menurutnya, dengan adanya pemerintahan baru di tingkat kabupaten dan provinsi, diharapkan ada solusi lebih cepat untuk penanganan jalan tersebut.
“Mudah-mudahan bisa segera ditangani. Jalan itu sudah kami usulkan sebagai ruas jalan kabupaten,” tuturnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khotibul Umam mengharapkan agar infrastruktur jalan yang masih rusak segera diperbaiki. Karena menurutnya perbaikan jalan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semua harus bisa menikmati infrastruktur yang layak. Dengan begitu, perekonomian masyarakat juga semakin membaik,” ujarnya.
Agus mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah, terutama setelah viralnya video seorang guru menangis usai terjatuh di jalan berlumpur tersebut.
“Kalau memang kejadian itu benar, tentu kita sangat prihatin. Mudah-mudahan ke depan perbaikan infrastruktur bisa menjadi prioritas setelah efisiensi anggaran selesai. Kami berharap anggaran infrastruktur bisa bertambah,” katanya.
Menurutnya, jika anggaran tersedia, maka perbaikan jalan harus segera dilakukan.
“Kalau anggaran mencukupi, seharusnya ini segera diselesaikan. Nanti kita bahas lagi bagaimana solusinya, karena ini juga bagian dari visi-misi bupati dan wakil bupati Pandeglang yang baru,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











