SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang berencana akan membangun dua Puskesmas Pembantu (Pustu) di tahun anggaran 2025. Pembangunan dua Pustu tersebut agar pelayanan terhadap masyarakat bisa dilakukan dengan optimal serta dapat meningkatkan Indeks Layanan Primer (ILP) program kesehatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Rahmat Fitriadi mengatakan, pihaknya telah memiliki sebanyak 46 unit Pustu yang tersebar di 29 Kecamatan di Kabupaten Serang. Jumlah tersebut dinilai belum ideal dan harus terus ditambah.
“Pustu di Kabupaten Serang ada 46, idealnya satu Desa satu Pustu. Pustu ini sekarang semakin berkembang karena ada ILP, program baru yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” katanya, Kamis 6 Maret 2025.
Pada tahun 2025 ini lanjut Fitriyadi, pihaknya telah menganggarkan untuk pembangunan dua unit Pustu yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat.
“Pada tahun ini Insya Allah dari dana DAK itu akan membangun dua Pustu, cuman untuk daerahnya saya lupa daerah mana itu. Yang pasti pembangunan ini di daerah yang paling membutuhkan,” katanya.
Ia mengatakan, pembangunan dua unit Pustu tersebut sangat penting dilakukan agar bisa meningkatkan ILP kesehatan serta dapat lebih mendekatkan lagi pelayanan kepada masyarakat.
“Salah satu syarat untuk menaikan ILP itu adalah pembuatan Pustu. Sudah kita usulkan ke pusat dan termasuk ke Provinsi. Pustu nanti akan ada perawat, dan ada bidan,” jelasnya.
Ia mengatakan, pembangunan Pustu akan diprioritaskan pada daerah-daerah yang terisolir dan jauh dari akses layanan kesehatan, seperti puskesmas.
“Kalau yang di pulau-pulau sudah ada, di Pulau Panjang di Kecamatan Puloampel dan Pulau Tunda di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa sudah ada,” katanya.
Ia menjelaskan, masyarakat bisa mendapatkan beberapa layanan kesehatan dasar di Pustu baik untuk anak-anak hingga lansia. “Layanan yang bisa diakses seperti promotif preventif, edukasi KB, Pemeriksaan kehamilan, pemberian imunisasi, jadi arah kita itu layanan-layanan dasar dan bisa skrining,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramadhani











