CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang H-7 Lebaran, suasana di Pelabuhan Merak terlihat cukup lengang. Meskipun jumlah penumpang sedikit meningkat 6%, namun jumlah kendaraan yang melintas justru menurun drastis dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan pantauan tim Radar Banten pada Selasa (25/3) dini hari, antrean panjang kendaraan dan penumpang yang biasa terlihat pada saat mudik tidak tampak sama sekali. Ini sangat berbeda dibandingkan dengan tahun lalu, di mana antrean sudah memadati pelabuhan sejak H-7.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, mengatakan bahwa hingga Senin (24/3), sebanyak 36 kapal beroperasi melayani penyeberangan Merak-Bakauheni dalam 24 jam terakhir. Meskipun jumlah penumpang yang menyeberang meningkat 6% menjadi 46.785 orang, jumlah kendaraan justru turun signifikan.
“Pelabuhan Merak memiliki kapasitas parkir hingga 8.000 kendaraan kecil, termasuk area penyangga di Pelabuhan Indah Kiat. Sementara itu, daya angkut kapal di tujuh dermaga Merak mencapai kurang lebih 1.000 kendaraan setiap satu jam,” ujar Shelvy Arifin.
Di sisi kendaraan, jumlah sepeda motor yang menyeberang turun tajam, hanya 504 unit, atau turun 61% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.304 unit. Kendaraan roda empat mengalami kenaikan 10% dengan total 5.963 unit dibandingkan 5.445 unit tahun lalu. Namun, yang paling mencolok adalah penurunan jumlah truk sebesar 69%, dari 3.153 unit pada H-7 tahun lalu menjadi 971 unit. Sementara itu, jumlah bus meningkat 28%, dari 413 unit tahun lalu menjadi 529 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang sudah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-7 tercatat 7.967 unit, turun 23% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 10.315 unit.
Shelvy juga menegaskan bahwa ASDP sudah mengatur strategi untuk mencegah kepadatan di pelabuhan. “Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket secara online sebelum keberangkatan. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui platform Ferizy atau Mitra Sales Channel Ferizy. Dengan reservasi yang bisa dilakukan hingga H-60 sebelum keberangkatan, pemudik memiliki waktu yang cukup untuk mengatur perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.
Untuk menghindari penumpukan kendaraan, ASDP mengimbau pemudik agar datang sesuai jadwal yang tertera di tiket. “Misalnya, jika jadwal keberangkatan pukul 18.00 WIB, pengguna jasa sebaiknya tiba di pelabuhan sekitar pukul 16.00-17.00 WIB, bukan sejak pagi hari. Hal ini penting untuk menghindari antrean kendaraan yang panjang,” tambahnya.
PT ASDP juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik, terutama dengan prediksi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Editor: Merwanda











