CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Larangan kegiatan study tour yang dikeluarkan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Kota Cilegon, menuai beragam reaksi.
Di tengah kekhawatiran akan keselamatan siswa, banyak orangtua justru berharap agar kebijakan tersebut tidak menghapus sepenuhnya kesempatan anak-anak untuk belajar di luar kelas.
Uswatun Anisa, orangtua murid dari salah satu sekolah swasta di Cilegon, menyampaikan harapannya agar kegiatan study tour tetap bisa terlaksana.
Menurutnya, bagi sebagian anak, study tour adalah satu-satunya kesempatan untuk melihat dunia luar dan belajar di luar lingkungan sekolah maupun rumah.
“Harapannya agar tetap ada dan terlaksana. Alasannya yah itu, untuk kenangan anak murid juga, untuk pengalaman juga. Tidak semua orangtua bisa mengajak anaknya jalan-jalan ke luar kota. Melalui study tour ini lah kesempatannya,” ujar Anisa saat dihubungi Rabu (9/4).
Bagi Anisa, study tour bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan bagian dari proses pendidikan yang memberi kesan mendalam bagi anak-anak.
Namun ia menekankan pentingnya pengawasan pemerintah terhadap aspek keselamatan, khususnya soal armada dan sopir bus.
“Yang penting diperhatikan itu bus-nya dan sopirnya. Kebanyakan kecelakaan itu karena bus dan sopirnya kurang memadai. Armada bus yang tidak siap itu jadi catatan,” tegasnya.
Ipon, orangtua siswa SMP di Cilegon juga menilai pengalaman dalam study tour bisa menjadi memori yang membekas sepanjang hidup anak. Ia menyayangkan jika program tersebut ditiadakan secara total.
“Harapannya tetap dilaksanakan, itu kan buat pengalaman anak-anak juga. Pernah ke sana, pernah ke sini waktu SD, waktu SMP. Kalau itu dihilangkan, sayang sekali,” ucap Ipong.
Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan study tour disesuaikan dengan jenjang usia. Untuk anak PAUD dan TK, cukup ke tempat edukatif yang tidak terlalu jauh seperti vila ternak, Pulau Merak Kecil, atau kantor pemadam kebakaran. Sementara untuk jenjang SMP, destinasi ke Jakarta dinilai masih wajar dan terjangkau.
Kebijakan larangan study tour diberlakukan sebagai bentuk antisipasi keselamatan, menyusul beberapa kasus kecelakaan yang menimpa rombongan pelajar.
Namun di sisi lain, para orang tua berharap pemerintah bisa mencari solusi yang tidak mengorbankan kesempatan anak untuk belajar langsung di luar ruang kelas.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aditya











