LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kalau biasanya film horor cuma bikin kita teriak dan tutup mata karena takut, Qodrat 2 datang membawa rasa yang beda. Sekuel ini enggak cuma menampilkan makhluk-makhluk gaib dan suasana mencekam, tapi juga menyuguhkan kisah yang dalam dan penuh makna, khususnya soal salat.
Masih dibintangi Vino G. Bastian sebagai Ustaz Qodrat, film ini dibuka dengan misi ruqyah ke sebuah pesantren yang diganggu makhluk halus. Tapi ternyata, gangguan yang paling besar justru datang dari dalam diri sang ustaz sendiri. Ia sedang berjuang mengatasi trauma masa lalu yang menggoyahkan imannya.
Dan di sinilah letak kekuatan Qodrat 2. Film ini bukan hanya horor soal jin dan setan, tapi horor yang lebih sunyi: ketika ibadah terasa hampa, dan salat jadi sekadar gerakan tanpa hati.
“Apakah salatku selama ini sungguh-sungguh dari hati, atau hanya simbol kepatuhan semata?” Pertanyaan itu muncul dari Ustaz Qodrat—dan bisa jadi mewakili banyak dari kita.
Adegan-adegan salat dalam film ini pun digarap dengan serius. Cahaya remang, kamera yang pelan, ekspresi wajah penuh emosi—semuanya bikin salat terasa seperti momen sakral dan mendalam, bukan cuma formalitas.
Yang bikin makin menarik, film ini juga menyelipkan ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsirnya, tapi dikemas secara natural. Enggak terasa menggurui, justru memperkuat cerita dan bikin kita ikut merenung.
Secara teknis, Qodrat 2 juga tetap jadi film horor yang oke. Visual gelap, efek suara yang bikin merinding, dan musik latar yang bikin tegang—semuanya pas dan mendukung atmosfer horor yang kuat.
Tapi di balik itu semua, film ini sejatinya adalah perjalanan spiritual. Kisah tentang manusia yang mencoba kembali menemukan makna dari salat yang sejati. Film ini ngajarin kita bahwa ketakutan terbesar bukan soal jin atau setan, tapi saat kita kehilangan arah dalam ibadah.
Dengan akting yang solid dari Vino G. Bastian, cerita yang menyentuh, dan pesan religi yang membekas, Qodrat 2 sukses jadi film horor yang enggak cuma menyeramkan, tapi juga menenangkan. Cocok buat kamu yang suka horor tapi juga pengen dapet pencerahan batin.
Editor : Merwanda











