CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Selasa 22 April 2025.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda jemput aspirasi warga yang dilakukan langsung kepala daerah, sebagai bentuk komitmen menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di tingkat kelurahan.
Wali Kota Cilegon Robinsar dalam sambutannya menegaskan, kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk menyerap aspirasi secara langsung dari warga.
“Agenda ini adalah bentuk komitmen kami, langkah kami, untuk menyelesaikan permasalahan. Kalau biasanya dilakukan lewat musrenbang, sekarang Wali Kota langsung turun ke lapangan agar seluruh program benar-benar hadir dari masyarakat,” ujar Robinsar.
Ia menjelaskan, program pembangunan ke depan akan berbasis pada kebutuhan nyata yang ada di masyarakat, bukan sekadar usulan pemerintah yang belum tentu menjadi urgensi warga.
“Yang penting kita tahu dulu persoalan apa saja yang harus diselesaikan. Walaupun belum tentu bisa dituntaskan dalam waktu dekat, tapi kita inventarisasi sebagai dasar perencanaan. Kami agendakan kunjungan ini ke 43 kelurahan di Kota Cilegon,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Suralaya Sarmanah menyampaikan sejumlah permasalahan yang menjadi perhatian utama masyarakat. Salah satunya adalah tingginya angka pengangguran.
“Saat ini terdapat 627 calon tenaga kerja di Suralaya, di antaranya 584 merupakan usia produktif yang belum memiliki pekerjaan. Kami mencatat baru 122 yang diterima bekerja di industri sekitar, artinya masih ada 505 warga yang belum mendapat peluang kerja,” ujar Sarmanah.
Ia mengapresiasi kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Suralaya yang telah membantu memperjuangkan warga agar bisa bersaing di dunia kerja, terutama di tengah ketatnya persaingan dengan tenaga kerja dari luar daerah.
“Saya apresiasi LPM Suralaya atas kerja kerasnya, karena mendapatkan angka 122 itu bukanlah hal mudah. Harapan kami ke depan, industri yang ada di sekitar Suralaya bisa lebih berpihak pada masyarakat lokal,” katanya.
Selain pengangguran, Sarmanah juga menyoroti persoalan air bersih yang selalu muncul setiap musim kemarau. Menurutnya, kelurahan sudah melakukan pengeboran di sejumlah titik, namun belum membuahkan hasil memuaskan.
Editor: Mastur Huda











