SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, memperbolehkan SMA, SMK, dan SKh di Banten menggelar karya wisata atau study tour. Dengan catatan, study tour dilakukan di Banten.
Orang nomor satu di Tanah Jawara ini melarang keras jika ada sekolah yang melaksanakan study tour ke luar Banten, sehingga mengharuskan siswa mengeluarkan biaya yang tak sedikit.
“Saya, anak yang pernah mengalami mau ikut study tour, enggak bisa ikut karena orangtua enggak ada uang. Saya tidak larang study tour. Tapi saya larang study tour ke luar Banten,” tegas Andra.
Jika ke luar Banten, orangtua harus mengeluarkan biaya. Padahal, saat ini kemajuan teknologi sudah berkembang pesat, sehingga anak-anak juga bisa mengetahui dunia luar melalui internet.
Kata dia, jika membicarakan sejarah Islam, Banten punya kesultanan yang menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara dan patut dibanggakan.
“Ada Banten Lama, ada Caringin. Banyak tempat yang bisa kita datangi,” ujarnya.
Tak hanya itu, di bidang industri pun Banten tak kalah dengan daerah lain.
“Industri baja pertama di Indonesia dan terbesar di Indonesia bahkan Asia itu ada di Banten, di Cilegon,” tegas Andra.
Untuk pelabuhan pun, jika para siswa ingin belajar terkait tranportasi dan sebagainya, Banten punya Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Krakatau Steel, dan lainnya.
Bahkan, lanjut Andra, jika para siswa ingin belajar terkait energi, Banten punya yang daerah lain tak memilikinya.
“Kita punya PLTU satu sampai sepuluh. Ada di Lontar, ada di Labuan. Bahkan kalau mau belajar tentang sampah, banyak sampah di Banten, gak perlu pergi keluar,” ujarnya tersenyum.
Ia mengatakan, jika study tour dilakukan dengan biaya besar, maka ada siswa yang tidak dapat ikut. Akibatnya, siswa tersebut akan merasa minder karena teman-temannya berangkat.
“Maka, adil harus mulai dari pikiran apalagi pikiran. Saya sudah peringatkan berkali-kali, secara resmi membuat surat edaran. Tapi saya masih mendengar ada beberapa sekolah yang mau mengadakan tapi Alhamdulillah sampai sekarang tidak terlaksana karena saya terus merespon. Saya ingatkan lagi, karena Gubernur telah berucap, tidak boleh keluar Banten,” tegas Banten.
Editor: Agus Priwandono











