PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang tengah melaksanakan evaluasi standar layanan publik melalui forum diskusi atau FGD yang melibatkan sejumlah pihak, mulai dari OPD, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga media.
Dalam kegiatan tersebut fokusnya bagaimana agar akses data ke publik makin mudah dan relevan.
Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto menyebut, kegiatan ini bagian dari upaya memperkuat Pelayanan Statistik Terpadu (PST), terutama dalam menghadirkan data sektoral yang bisa diakses secara digital.
“Kami undang OPD karena mereka punya data sektoral masing-masing. Standarnya harus sesuai dengan kebijakan Satu Data Indonesia,” kata Achmad di BPS Pandeglang, Selasa 29 April 2025.
Menurutnya, masih banyak OPD yang belum memaksimalkan layanan data ke publik. Padahal, kata Achmad, BPS tak hanya memproduksi data tapi juga melayani masyarakat yang membutuhkan informasi, termasuk lewat konsultasi statistik.
“Sekarang semua sudah digital. Warga bisa unduh data langsung dari website kami, tidak perlu datang ke kantor. Cepat, gratis, dan lebih praktis,” ujarnya
Ia mengungkapkan, dalam forum diskusi terbatas FGD kali ini untuk mengevaluasi standar layanan publik. Namun, tidak semua organisasi perangkat daerah (OPD) diundang. Hanya OPD yang selama ini dinilai aktif mengumpulkan data dan sudah memberikan rekomendasi yang dilibatkan.
“Kita hanya undang OPD yang memang sudah rutin kumpulkan data dan pernah beri masukan ke kami,” ungkapnya.
Dalam diskusi itu, BPS juga mengenalkan aplikasi layanan statistik yang bisa diakses publik. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa melihat langsung jenis layanan yang tersedia di Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS Pandeglang.
“Stakeholder bisa tahu layanan apa saja yang kami sediakan. Semuanya transparan lewat aplikasi,” lanjut Achmad.
FGD ini disebut sejalan dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, sekaligus mendukung percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Achmad berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan BPS secara maksimal, termasuk mahasiswa yang sering membutuhkan data untuk skripsi atau penelitian.
Editor: Mastur Huda











