LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak menggelar program pelayanan jemput bola pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kantor Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Pelayanan jemput bola KTP tersebut, diserbu oleh ratusan warga yang berada di Desa Sukadaya yang antusias untuk melakukan perekama e-KTP yang digelar oleh Disdukcapil Lebak. Warga terlihat antusias untuk memanfaatkan kesempatan ini. Bahkan mereka rela datang sejak pagi untuk mengikuti program yang diselenggarakan oleh Disdukcapil Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas Disdukcapil Kabupaten Lebak, Ahmad Nur Muhammad menjelaskan, perogram jemput bola ini dilakukan dalam rangka mengejar wilayah yang capaian kepemilikan dokumen kependudukannya rendah.
“Jadi intinya adalah pelayanan ini untuk mendekatkan dalam rangka mengejar wilayah yang capaian kepememilikan dokumen kependudukannya masih rendah, salah satunya Desa Sukadaya ini, dari 340 Desa yang ada di Kabupaten Lebak, ini yang paling rendah,” kata Ahmad Nur kepada Radarbanten.co.id, Jumat 2 April 2025.
Ia berharap pelayanan program jemput bola ini dapat di memanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal. “Harapan yang pertama yakni pelayanan satu hari ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang ada di wilayah sini dan sekitarnya, saya tidak menekankan hanya Desa ini saja, tetapi kita ingin warga yang ada di luar Desa juga ikut memanfaatkan pelayanan ini.
“Yang kedua capaian dokumen yang ada di Desa ini bisa meningkat, dan yang ketiga saya berharap ke masyarakat tadi sudah sampaikan di awal bahwa pelayanan ini tidak berbayar alias gratis, jadi kalau menemukan ada masyarakat yang dipintai uang jangan ragu untuk melaporkan karena ini tidak boleh kan ada undang-undangnya melarang untuk pembiayaan semua dokumen kependudukan,” lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Aas, mengatakan, layanan ini memberikan kemudahan dalam mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan. “Ini lagi buat akta kelahiran anak,” kata Aas.
Dirinya mengaku, sebelumnya ia harus datang ke kantor Disdukcapil untuk berbagai urusan, namun kini ia dapat mendapatkan layanan tersebut di lokasi yang lebih dekat, seperti di desa atau kelurahan.
“Alhamdulillah cukup terbantu ya karena belum sempat bikin, Bukan Jauh sih ya, karena cukup repot kalau ke kantor Disdukcapil, saya disini dari jam 08:00 WIB,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











